MAJALAH DINDING SEBAGAI MEDIA KREATIFITAS * Oleh : Drs. Cece Hidayat **

 

 

Pengertian Majalah Dinding

Majalah dinding atau disingkat mading adalah salah satu media komunikasi massa tulis,yang penyajiannya biasanya dipajang pada media dinding atau sejenisnya.

 

Fungsi Majalah Dinding

Majalah dinding mempunyai fungsi sebagai:

1.    Sarana komunikasi dan penyampai informasi

2.    Media hiburan yang mudah,murah, dan sederhana

3.    Sarana untuk menjalin persaudaraan dan kekeluargaan

4.    Ajang atau wadah untuk pengembangan kreatifitas

5.    Alat berlatih jurnalistik secara sederhana

 

Manfaat Majalah Dinding

Majalah dinding sebagai media informasi dan komunikasi mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah :

1.    Untuk media komunikasi antar warga sekolah

2.    Untuk sarana kreatifitas siswa

3.    Untuk memupuk minat baca di kalangan siswa

4.    Untuk memanfaatkan waktu luang

5.    Untuk melatih kecerdasan berpikir secara intelektual

6.    Untuk melatih berorganisasi

7.    Untuk mengasah dan mempertajam kemampuan menulis

 

Faktor Pendukung Majalah Dinding

Untuk menghasilkan sebuah majalah dinding, diperlukan 3 faktor pendukung yaitu:

1.    Penulis

2.    Ilustrator

3.    Dokumentator

 

Bahasa Majalah Dinding

Bahasa yang digyunakan dalam majalah dinding sedapat mungkin harus diusahakan singkat, padat, jelas, dan komunikatif serta mempunyai daya tarik bagi pembaca.

 

Jenis-jenis Majalah Dinding

Berdasarkan ruang lingkup pengelola dan pembacanya, majalah dinding di sekolah dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

1.    Majalah Dinding Umum; dibuat untuk seluruh warga sekolah, biasanya dikelola oleh organisasi ekstra kurikuler atau OSIS

2.    Majalah Dinding Khusus; dibuat oleh dan untuk kalangan tertentu, misalnya oleh kelas,Pramuka,ROHIS, PMR,Remaja Mesjid, Klub Membaca,Klub Menulis, Klub Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup, dan lain-lain.

 

Organisasi Pengelola Majalah Dinding

Untuk mengelola sebuah penerbitan majalah dinding, dibutuhkan sebuah tim kerja atau kelompok organisasi. Organisasi pengelola madjalah dinding yang sangat sederhana, paling tidak harus dibangun oleh tim yang terdiri dari:

1.    Pelindung/Penasihat

2.    Penanggung Jawab

3.    Pembina/Pembimbing

4.    Redaksi (Ketua,Sekretaris,Anggota)

5.    Staf Redaksi/Bagian:

  • Bagian Dokumentasi
  • Bagian Penulisan dan editing
  • Bagian Produksi dan tata letak/lay out
  • Bagian Reportase, dll.

 

Jika ruang lingkup majalah dinding itu khusus, maka organisasi  pengelolanya terdiri dari:

1.    Penanggung jawab (Kepala Sekolah/pimpinan tertinggi suatu organisasi)

2.    Pembina (Wali Kelas/atau ketua organisasi)

3.    Pengurus Majalah:

  1. Ketua
  2. Sekretaris
  3. Bendahara
  4. Seksi-seksi :
  • Pengumpul dan Penyeleksi Naskah
  • Pemasang dan Pencopotan Naskah
  • Penyimpan dan Penyalur Naskah

 

Materi Isi Majalah Dinding

Materi untuk majalah dinding sekolah atau kelas isinya dapat berupa:

1.    Pengetahuan Umum, misalnya tentang biografi tokoh terkenal, ensiklopedi,dll.

2.    Masalah-masalah di sekitar kehidupan remaja atau pelajar, misalnya masalah kenakalan remaja,masalah narkoba, masalah pacaran, masalah pergaulan bebas, dan lain-lain.

3.    Masalah-masalah yanga berhubungan dengan dunia pendidikan di sekolah berupa komentar, ulasan, usulan, kritik dan saran, karikatur dan lain-lain.

4.    Berita peristiwa, kegiatan atau permasalahn actual yang sedang terjadi di lingkungan sekolah, misalnya kergiatan ekskul, kegiatan PORSENI, kegiatan kesenian, perpisahan,dan lain-lain.

5.    Hiburan , misalnya cerpen, puisi, humor, anekdot, gambar lucu/kartun, komik,dll.

 

Rubrikasi Majalah Dinding

Sama halnya dengan majalah atau surat kabar, pada majalah dindingpun biasanya dimuat beberapa rubrik yang terdiri dari rubrik kategori informasi, kategori opini, dan kategori hiburan. Nama-nama rubrik disesuaikan dengan isinya, dapat diberi label sesuai selera dan keinginan redaksi.

 

Rubrik Informasi, berisi:

1.    Pengantar Redaksi

2.    Berita

3.    Laporan/reportase/liputan

4.    Resensi (buku,kaset, film, CD/VCD,games..dll)

5.    Feature/tulisan khas

6.    Kronik kegiatan

7.    Profil Tokoh

8.    Ensiklopedi/sebaiknya Anda Tahu…dll.

 

Rubrik Opini, berisi:

1.    Tajuk Rencana

2.    Pojok

3.    Karikatur

4.    Artikel

5.    Surat Pembaca

6.    Silang Pendapat/Pro dan Kontra

7.    Esey/kolom…dll.

 

Rubrik Hiburan, berisi:

1.    Cerita Pendek

2.    Puisi

3.    Humor

4.    Musik

5.    Anekdot

6.    Kartun/karikatur

7.    Vignet/kaligrafi/grafiti/gambar

8.    Kata mutiara…..dan lain-lain

 

Penerbitan Majalah Dinding

Ada beberapa tahap kegiatan yang harus dilakukan sebelum majalah dinding terbit menjadi sebuah bacaan informative. Tahap-tahapnya hampir sama dengan proses pada pembuatan majalah yang dicetak, yaitu tahap perencanaan, tahap pengumpulan bahan, tahap penyiapan bahan, tahap produksi, dan tahap publikasi.

 

Kegiatan masing-masing tahapan bisa dirinci sebagai berikut:

1.    Perencanaan ; isi,tata letak/lay out, desain grafis/tata warna, waktu terbit, personil pelaksana dan tugasnya, biaya, dan penyediaan alat/bahan.

2.    Pengumpulan Bahan, berupa tulisan, gambar, liputan, wawancara, dari buku,dll.

3.    Penyiapan Bahan, berupa kegiatan membaca naskah yang masuk dari penulis, mengedit naskah, pengetikan atau penulisan ulang hasil edit, memberi ilustrasi pada naskah,.

4.    Produksi; menata letak kertas dan tulisan, mengatur tata warna, mendisain huruf dan gambar, menulis naskah untuk diterbitkan, menempelkan tulisan dan gambar pada bidang media, pemasangan pada media baca/dinding.

 

Alat dan Bahan Yang Dibutuhkan

Sebelum memproduksi karya-karya tulis dan gambar yang akan dipajang pada majalah dinding, tentunya diperlukan alat-alat dan bahan-bahan untuk media tulis, media tempel, dan media pandang. Bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya:

1.    Macam-macam alat tulis dan gambar, misalnya pinsil warna, pinsil hitam, ballpoint dan spidol aneka warna, crayon, pastel, cat air, pylox, dll.

2.    Kertas aneka warna dan ukuran, misalnya kertas lipat, kertas spotlight, kertas memo, kertas daur ulang, kertas craft, kertas HVS, kertas kopi, kertas gambar dan lain-lain.

3.    Karton manila , duplex, atau kardus

4.    Gunting aneka ukuran dan variasi

5.    Alat pemotong, misalnya pisau kater

6.    Mistar penggaris dari plastik dan logam

7.    Lem kertas atau lem putih

8.    Paku payung atau stapler

9.    Aneka variasi dari bahan daur ulang

10. Dan lain-lain sesuai kebutuhan dan kreatifitas.

(Makalah disampaikan pada Pelatihan Jurnalistik di SMP Negeri 13 Bandung,2001 dan 2010)

** Penulis, guru SMP Negeri 13 Bandung dan Pembimbing Ekskul Jurnalistik 13

Iklan

Satu pemikiran pada “MAJALAH DINDING SEBAGAI MEDIA KREATIFITAS * Oleh : Drs. Cece Hidayat **

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s