Naifku

Hati sirnalah
asa putus, tak peka, tak rasa
sia-sia kujalani
aku disini untuk apa?

Sepersekian detik, aku enyah
entahlah, sejauh mungkin adanya
tak ragu, tak jengah
aku, hendak pergi kemana?

Senyum elok digantikan tangis sendu
tak sadari sekitarnya
hingga pelupuk sudah dimata
aku, menangis untuk apa?

Satu lagi, panjatkan doa
tulus, khidmat.. Ah betapa syahdu
tapi tidak untuk engkau
mengapa aku mendoakanmu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s