Arsip Bulanan: September 2012

Di Akhir Perjalanan

Kini kita sudah menepi
Nihil panutan, tuntunan, ataukah tujuan?
Langkah per langkah dilalui
Tunggang langgang, energi tanpa batas

Menembus benak, dan sebuah prediksi tersirat
Tapi kuhiraukan, hingga menguap ke angkasa langit
Bak dijatuhkan mutlak ku terpaku lelap
Kenyataan meniang, angan tenggelam

Raga ini berada, tapi kemana nyawa?
Ke sekian kali batin berkecamuk lagi
Melagu tiada henti, bak simfoni hitam legam belenggu hati

Dari sini, kemunafikan menyeruak
Gantikan energi lenyap
Tak tentu, meradang, hanya bisa meratapi

Iklan

Tiga Radar (Catatan Lapur part 1)

          Gambar

            Sekarang degradasi itu sudah ada. Ya, tentu saja tentang kita bertiga. Perubahan itu sudah muncul dan ini membuatku semakin tidak nyaman. Aku baru lihat sisi lain dari kalian yang sama sekali tidak terduga. Tapi, aku beruntung bisa mengenal kalian lebih jauh lagi.

           Untuk kamu, Mr. P, selamat ya.. Ternyata kamu udah punya tambatan hati lagi.. Aciee 🙂 Dan itu sangat membuat kesal kita berdua. Aku sih tidak kesal hanyaa.. kecewa. Karena begitu banyak perempuan di sana kamu abaikan. Dan sekarang, kami berdua memang benar-benar takut untuk kehilangan kamu. Karena, well yaah.. Kamu..sudah punya “Ade Baru” kaaan???

           Untuk kamu, agen misteriusku yang kecil ^^ Lupakanlah dia deeh.. Dia cuma nyakitin kamu doang. Aku sama Mr. P kesal sama ‘orang itu’. Karena ade kecil kita yang satu ini udah dibuat sebegitu moodynya gara-gara ‘ranger rubidium’ yang sangaaaaaaaaaaat nyebelin itu. Waktu kita kan gak banyak, jadi pengen rasanya kita kumpul-kumpul bareng. Dan jangan berpikir bahwa aku ini acuh loh yaa, kamu gak menyadari bahwa di saat aku acuh itu ada sesuatu yang aku maksudkan. Dan maksud itu maksud baik doong tentunya :)) Don’t worry little sister ^^d

Without BOTH OF YOU I’m like an empty cell.. Or maybe Dead cell. No one can fill it. Except you..

Sebuah Penyesalan

ketika kata-kata sudah tak terukir lagi, aku tak bisa apa-apa
meradam.. Bisu, teringat akan rasa bersalah
teringat bahwa kita akan berpisah nanti
kita bertiga.. Apakah masih punya celah?

Aku hanya bisa berdoa, tapi takut untuk berharap
karena kini, rasanya sudah mati rasa
inikah akhirnya? Ah, kebodohanku yang membuat semua ini
kata maaf pun, tak mempan bagimu
bagi kau, kau, dan tentu saja aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri
salahkan sajalah aku
entah yang akan terjadi nanti
aku tahu Tuhan punya rencana

tapi aku benar-benar tak sanggup
jika kalian menjauh, menghilang dari sisiku

-ketika pikiran buruk menguasai benak-

from…(anonym)

One day, Someone said..

Don’t be sad.
I’m very glad to see you’re happy and smiling, cause you’re happines very valuable to me and make me so happy too..
Ahaha
yes, i’d be like to make sure that i can watching on both of you. Haha i glad if you feel so comfortable wherever and whenever you are. ^^

You can keep my words. And trust me, both of you became source of my strength. Cause you are people that i love and i wanted to protect.

*i’ll keep your words*

AKU TAHU (catatan galau part 5)

Aku tahu, aku sangat tahu
kau menyayanginya, sangat menyayanginya
aku paham, dan aku sangat paham
bagaimana dia menyayangimu, sangat sangat menyayangimu
atau bahkan mencintaimu?

Tapi aku tidak mengerti, dengan kita
kau, aku
menjaga jarak, menjauh, tak seperti dulu
sama sekali berbeda

dan aku sangat ingin bertanya
rasa penasaranku sudah sampai batas

mengapa kau berbeda sekarang?

Apakah kau ingat? Dulu kita sering bercengkrama, menggelak tawa
tanpa beban, tanpa perasaan sialan itu

apakah kau ingat? Ketika kau merasa aneh, heran, bingung saat pertama kali aku menyapamu, mengenalmu

dan kau ingat hobiku yg paling aku sukai?
Ini konyol, aku tahu
saat menyubit pipimu dan mengacak-acak rambutmu itu yang paling kusukai
lalu kau menggerutu sebal, dan aku hanya tertawa
aku tahu ada senyuman di sana, tapi aku tidak tahu kau menyukai itu atau tidak
aku tidak peduli

tapi entah sejak kapan, rasanya jarang sekali
bertegur sapa pun tidak
ironis..

dan aku merindukannya
merindukan masa menyenangkan itu
sangat ingin kembali seperti dulu
dulu, saat kita benar benar berteman
arti berteman yang sesungguhnya

tapi aku tahu
sekarang sudah berbeda
kau juga berbeda
aku juga mungkin berubah
karena aku bukanlah apa-apa
karena aku tidak sesempurna dirinya
karena aku menyayangimu dengan sia-sia