Arsip Bulanan: November 2012

Ini adalah keputusan terbesar saya dalam hidup. Keputusan yang berat. Maaf, saya ga bisa profesional. Maaf saya gak menjadi yang kalian harapkan. Saya mau memperbaiki diri sendiri dulu. Mungkin kalian akan berkata saya pengecut. Tapi itu masalah persepsi jadi saya tidak akan gubris. Terimakasih sudah pernah menjadi bagian dari prioritas saya dalam hidup. Dan maaf.. Sekarang sudah tidak lagi.

Hari ini adalah sebuah revolusi. Dimana diri akan merombak segalanya. Mungkin akan ada yang menyadarinya, mungkin ada yang tidak.
Penyesalannya adalah ketika diri berkorban pada pihak yang salah. Pihak yang tidak bisa mengerti dan acuh tak acuh.
Sehingga dua kutub tersebut harus diputar. Dan dikembalikan kepada posisi yang seharusnya.
Pikiran ideal kelak dihapus. Semua ambisi dan mimpi terminimalisir. Mungkin ini yang benar. Karena tidak ada yang sempurna pada sesempurnanya hidup

-ketika semuanya berkecamuk-

Jadi gini.. Kelas aku tuh dikasih tugas buat observasi plh. Kita putusin untuk ke curug. Dan aku juga mau ikut. Awalnya sih udah di izinin sama mama. Kata dokter juga gak apa-apa, sekalian refreshing otak katanya. Supaya gak stress terus.
Nah, tapi temen aku @mnursabrina gak ngebolehin. Katanya bisi aku sakit lagi. Padahal mama juga udah ngizinin.
Pas malemnya tiba-tiba ga bisa tidur, aslinya tidur juga ga nyenyak. Akhirnya sekitar jam 3.42 kebangun, dan kebetulan juga mama lagi sholat tahajjud. Dan entah kenapa keingatan anime yang kemarin abis di tonton, tentang kematian pas piknik kelas. Pagi-pagi buta gitu udah parno sendiri kan.
Tiba-tiba mama ke kamar dan nanya “Fir, kamu hari ini jadi ikut?” aku jawab “Iya, kan. Udah bilaang..” mama menghela napas “mama punya feeling gaenak fir, kebangun jam 1. Ngimpiin kamu yang enggak-enggak” hening panjang.
“Mama khawatir fir, udah mah musim hujan. Feeling mama bener-bener gaenak.” kata mama. Aku merengut, bete.(sambil khawatir sama diri sendiri juga siiih) “Tapi udah bilang sama temen mau ikuut maaa..”
“ya terserah sih fir.. Mama takut kamu kenapa-kenapa nanti. Buktinya mama udah ngizinin kan kemarin? Ya kalo fira mau ikut hari ini juga yaa..sok aja. Tapi takut-takut kan” *mama keluar dari kamar*

Sempet setengah jam dilema antara ikut atau engga. Tapi akhirnya memutuskan untuk ga ikut. Well, katanya feeling seorang ibu itu selalu benar kan?

Entah kenapa, setelah hal itu terjadi
perilakumu, senyummu, ah semuanya
kembali menjadi seperti dulu
seperti setahun yang lalu
dan aku bahagia akan itu
terimakasih little kid, terimakasih sudah mengajariku semuanya
mulai dari terbang, jatuh, lalu bangkit kembali
ini semua tidak akan terlupakan

Dalam diam kupecahkan sunyi
menjalari hari sepanjang hari
ketika raga mulai terisi kembali, bagaimana diri?
Mundur selangkah, lalu termenung akan janji
Ah, siapa gerangan.
Ku sudah tak peduli lagi
Ini dunia baru, tak kenal patah dan perih
Selamat pagi dunia, aku siap jalani hari

Begin Again Lyrics by Taylor Swift

Took a deep breath in the mirror
He didn’t like it when I wore high heels
But I do
Turn the lock and put my headphones on
He always said he didn’t get this song
But I do, I do

Walked in expecting you’d be late
But you got here early and you stand and wave
I walk to you
You pull my chair out and help me in
And you don’t know how nice that is
But I do
Lanjutkan membaca Begin Again Lyrics by Taylor Swift

semburat mega merah pagi menyinari
sesosok jiwa yang tak pernah pergi
sekali lagi aku tegak berdiri
oh, pagi, aku tidak sendiri

gemericing lonceng teralun mengiringi
maaf, ku tak pandai berpuisi
tapi saat kau lihat hari ini
diriku sudah kembali
utuh kembali

Semakin hari, sakit yang dirasakan Linda begitu hebat. Hampir setiap hari sakit itu datang, lagi dan lagi. Mungkin 5 jam sekali, 4 jam, ah Linda tidak ingat.
Linda kembali meremas dada sebelah kirinya yang mulai berkompromi. Ah, sialan kenapa ini harus terjadi padaku? Batinnya.

Linda senang menjadi dirinya yang dulu. Sehat, bugar, ia tidak perlu mengatur napas terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang berat, ia tidak perlu berhenti sejenak ketika dadanya kembali sakit, ia tidak perlu stress untuk memikirkan penyakitnya sendiri. Dan ia tidak perlu berpura-pura sehat, atau berpura-pura untuk kuat ketika semua teman-temannya bertumpu padanya.
Linda menatap kartu nama kardiolog yang ditemuinya waktu itu di rumah sakit, apakah ia harus menemui orang itu?
Tidak, ia tidak perlu. Sejauh ini ia masih baik-baik. Ini belum tahap yang lebih parah. Aku akan baik-baik saja, iya bukan?

Guratan senja sudah menghilang
Diiringi nyanyian sunyi biduan alam
Menengadah ke langit yang muram durja
Lalu setetes air membalasnya

Logika dalam otak kiri lelah sudah
ah, aku lelah!
Ketika sayap-sayap harapan sudah patah
Dan energi seketika terbelah

Maaf, maafkan aku
Maaf, kehendakku sudah capai titik terjauh
maaf, maafkan aku
aku hanya pandai mengeluh

-ketika senja bertransformasi menjadi malam gelap, dengan langit yang berbinar cerah-