Semakin hari, sakit yang dirasakan Linda begitu hebat. Hampir setiap hari sakit itu datang, lagi dan lagi. Mungkin 5 jam sekali, 4 jam, ah Linda tidak ingat.
Linda kembali meremas dada sebelah kirinya yang mulai berkompromi. Ah, sialan kenapa ini harus terjadi padaku? Batinnya.

Linda senang menjadi dirinya yang dulu. Sehat, bugar, ia tidak perlu mengatur napas terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang berat, ia tidak perlu berhenti sejenak ketika dadanya kembali sakit, ia tidak perlu stress untuk memikirkan penyakitnya sendiri. Dan ia tidak perlu berpura-pura sehat, atau berpura-pura untuk kuat ketika semua teman-temannya bertumpu padanya.
Linda menatap kartu nama kardiolog yang ditemuinya waktu itu di rumah sakit, apakah ia harus menemui orang itu?
Tidak, ia tidak perlu. Sejauh ini ia masih baik-baik. Ini belum tahap yang lebih parah. Aku akan baik-baik saja, iya bukan?

Iklan

Satu pemikiran pada “Sandiwara Linda #2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s