Arsip Bulanan: Januari 2013

Wow. Two weeks after. Two weeks i survived. And I wondered, will survive as well soon? Mm, I hope so.

Its strange. Something less, maybe had lost. Heedless in my mind. Or maybe, i dump all of worryng feels. But, I don’t wanna change it. I don’t know, how i can change it instead. Whenever, it keeps in my deep mind and heart.
And wherever you are, i keep watch from the distance.
Mimic and lips can lied eyes. But heart, never lies.
I don’t hate him/her. I just… keep away, so that we can through our life on SEPARATE. Cause our conviction also had separated us. Well, i dont want remind that anymore. Let me turn out all of these memories. Then, i won’t feel it next time. The next of next time, and the next of the next of next time. Oh, yes, dramatic?

It’s on me.

Today, i was going to that river for the second time. And sparkling water became into these eyes. Oh, God.. Don’t let my mind be reminded. But I did. Fools, right? And, it was silly. Our reveries had fall down into ravine, and.. It never come back (?) does it?

*sigh* Maybe i’ll go there sometimes, and you’ll never know. HE knows about everything. HE, ofcourse. God, knows.

-when the sky fell it cried, and silent insist my favor-

Iklan

Hari ini merupakan hari yang baru. Matahari bersinar gemilang, di minggu pagi. Linda menghela napas, lalu membuangnya perlahan. Ini pagi terbaik sedunia. Memang benar, bahagia itu sederhana.

Sepeda kumbangnya ia kayuh kembali. Linda mengayuh sepedanya ke jembatan favoritnya itu. Mungkin, ini terakhir kalinya ia mengijakkan kakinya disitu. Linda percaya, sesuatu yang baru masih menunggu di masa depan nanti.

Dibawah matahari ia berjanji pada diri sendiri dan Tuhan. ”Aku akan selalu bahagia. Selama masih ada kedua orangtuaku, aku akan selalu bahagia”

Sesederhana itu. Linda mencintai hidupnya, dan mencintai Tuhan.

Saya bukan penggemar
1D atau pendengar setianya. Tapi, pas pertama denger lagu ini langsung suka. For me , this is the best song from 1D 🙂

[Liam]
Shut the door
Turn the light off
I wanna be with you
I wanna feel your love
I wanna lay beside you
I cannot hide this
Even though I try
Heart beats harder
Time escapes me
Trembling hands
Touch skin
It makes this harder
And the tears stream down my face

[Harry]
If we could only have this life
For one more day
If we could only turn back time

[All]
You know I’ll be
Your life
Your voice
Your reason to be
My love
My heart
Is breathing for this
Moment
In time
I’ll find the words to say
Before you leave me today

[Niall]
Close the door
Throw the key
Don’t wanna be reminded
Don’t wanna be seen
Don’t wanna be without you
My judgment’s clouded
Like tonight’s sky

[Louis]
Hands are silent
Voice is numb
Try to scream out my lungs
It makes this harder
And the tears stream down my face

[Harry]
If we could only have this life
For one more day
If we could only turn back time

[All]
You know I’ll be
Your life
Your voice
Your reason to be
My love
My heart
Is breathing for this
Moment
In time
I’ll find the words to say
Before you leave me today

[Zayn]
Flashing lights in my mind
Going back to the time
Playing games in the street
Kicking balls with my feet
There’s a numb in my toes
Standing close to the edge
There’s a pile of my clothes
At the end of your bed
As I feel myself fall
Make a joke of it all

[All]
You know I’ll be
Your life
Your voice
Your reason to be
My love
My heart
Is breathing for this
Moment
In time
I’ll find the words to say
Before you leave me today
You know I’ll be
Your life
Your voice
Your reason to be
My love
My heart
Is breathing for this
Moment
In time
I’ll find the words to say
Before you leave me today

hm.. Miss Dramatic? Haha, tentu itu julukan saya. Mungkin emang saya seperti itu siiih.. Hehe. Saya ini korban dari berbagai penulis novel drama, jadi maklumlaaah.. Maafkan juga ya teman-teman, kadang saya bertingkah terlalu berlebihan. Ingatkan sekali-kali ya.

Well, beginilah. This is me. And nobody can’t change it. Dan mudah-mudahan saya dapat menyalurkan sifat dramatic saya ini dengan baik 🙂
Doakan, keinginan saya menjadi penulis semoga tercapai.
Sekali lagi untuk followers blog saya yang terganggu dengan tulisan saya, maaaf ya cc: @ludiraprawira @muhammadrefa @MirantyAN

Kemarin udah ada mood bikin bait-bait puisi. Rasanya senang sekali, mood nulis kembali. Tapi.. mood buat lanjutin draft novel belum muncul lagi. Happy read!

Melesatlah tikaman pedang mengkudeta jiwa
oh! Diamkanlah!
Sekali kau cabut, bayar lalui pedangku
Siapkan pasukan? Haha, kau pengecut

Siapa pula engkau?
Darahmu terlalu membara.
Berhati-hatilah, perhatikan punggungmu
Adakah bilahan logam menerkam?

Biarkan! Biarkan ku mati seperti ini.
Dua arah tidak pernah menyatu
Dua asa ini terpisahkan palung
Jadikanlah satu persatu

Lihainya lidah begitu menyayat
rapi ditelan ombak jiwa yang meradang
parang yang terpendam kini menetas
oh, aku tidak kalah

Kosong
merayap lenyap kelelahan tak arti
ku tahu tak banyak
ku tahu? Ah, sia-sia.

Layangkan kelammu hingga gulita
tak ampuh terjangku
tak nian ranah jiwa tertikam
ku tahu? Kau tidak.

Berhentilah
bantu raga ini terbang
ku tabah, tak di celah
ku tahu? Biarkanlah.

Permatamu sudah palingkan arah
tidakkah kau jua?
Ku pasrah, di antara zarah
Ku tahu? Tuhanlah begitu.

– Jan 25th 2013,14.13 –

Percaya gak percaya, dua hari sebelum tragedi di hari itu aku menulis ini di ponselku. Entah kenapa, tulisan itu mengalir begitu saja, seolah aku tahu segalanya. Dan ternyata..firasat seorang perempuan kecil ini memang benar :’)

Hai, mister bawel 🙂
Mungkin saat kau membaca tulisan ini, aku sudah pergi entah kemana.
Aku tidak tahu, apa alasan kita berpisah sekarang. Aku belum tahu saat ini.
Tapi apapun yang membuat kita berpisah, itu pasti alasan yang kuat. Ini pasti bukan hal yang sepele, iya bukan?
Satu hal yang aku rasakan saat ini adalah merindukanmu. Sangat sangat merindukanmu di tempat yang kudiami sekarang. Dan rasanya sengsara sekali. Andai saat ini aku bisa berlari memelukmu, dan menggenggam tanganmu lagi. Andai takdir yang kini terjadi, tidak memisahkan kita seperti ini.
Tapi, tak berguna kan berandai-andai harapan yang semu? Ah~ ironik.
Sejujurnya, aku tidak tahu apakah aku bisa menjalani hidup ini tanpamu. Dan, begitupun sebaliknya. Apakah kau bisa? Aku tidak tahu.
Tapi, mau tidak mau, kita harus menjalani ini semua. Ini sudah di desain Tuhan sedemikian rupa.
Dan aku percaya, Tuhan itu satu. Tidak ada sebutan tuhanmu atau tuhanku. Tuhan itu esa, hanya panggilan dan cara menyembahnya saja yang berbeda. Terkadang, memang pandangan orang selalu kasar. Melihat apa yang di luarnya saja. Sarkastik terselubung.
Oiya, aku ingin menghanyutkan perahu kertasku lagi. Apakah semua perahu kertasku bisa tersampaikan padamu? 🙂
Selamat bertemu di masa depan, esok nanti.
Salam,

adikmu.

A Letter From Miss Rounded Cheeks

Ya, cerita kita berakhir dengan tragis. Kadang aku berpikir, apakah ini hanya pertengahan cerita yang terhenti lalu akan berlanjut kembali? Ah~ entahlah. Kucoba hilangkan pikiran seperti itu dari benakku.
Kadang aku lebih memilih untuk mencintai bertepuk sebelah tangan. Daripada seperti ini. Rasanya absurd, tapi.. setelah kutilik lagi keberadaannya dengan cara inilah kebenaran bisa terungkap. Walaupun aku tahu, menurutmu cara yang seperti ini adalah bukan suatu kebenaran.

Pada awalnya aku tidak merasakan apa-apa. Tidak senang, ataupun sedih. Bahkan hanya sebulir air mata yang jatuh di wajahku pada saat itu. Tapi, mungkin ada yang namanya kesedihan yang tertunda. Kesedihan yang baru di sadari, hahaha, konyol bukan?

“Dan aku mulai merasa sesuatu yang kurang, aku merasa kehilangan..”

Mungkin orang-orang di luar sana akulah manusia terbodoh di dunia karena mencampakanmu. Begitu banyak orang-orang di luar sana yang sangat-sangat mengagumimu. Lalu aku? Pantaskah aku dikatakan perempuan brengsek?
Tapi, seberapapun aku menyanyangi, mencintai, merindukanmu semuanya terasa sia-sia. Perbedaan kita begitu kontras, terutama di mata kedua orangtuaku. Bahkan, di dalam agamaku saja tersampaikan bahwa do’amu saja tidak akan pernah sampai kepadaku. Ironik.
Lalu, aku memutuskan untuk benar-benar melepasmu. Dan mungkin, tidak akan pernah kembali. Mungkin kau heran dengan tingkah dan perkataanku waktu itu. Bukannya aku tidak tulus..tapi entah kenapa aku merasa ini semua salah. Dan aku harus memperbaikinya dengan cara yang seperti kemarin.
Boleh saja kau menganggap ini omong kosong, seperti perkataanku sebelum-sebelumnya. Tapi, jujur, ini memang menyengsarakan. Aku memikirkanmu setiap hari. Setiap jam, menit demi menitnya. Dan aku semakin terlihat bodoh.
Tapi, lebih bodoh lagi aku tidak patuh pada orangtuaku bukan? 🙂


Dalam kitabku tertulis dalam surat Al-Maidah ayat 51. Dan dari sana aku tahu sesuatu.

Dan ternyata air mata itu mengalir di kemudian hari di suatu waktu yang tak terduga. Tapi, kau tahu, kau yang bilang pada waktu sebelumnya bahwa aku adalah perempuan yang kuat. Sehingga aku yakin, aku masih bisa menjalani hidup kembali. Aku masih bisa tertawa lagi, tersenyum lagi.. despite of without you.
Dan percayalah, suatu saat nanti, akan ada seseorang yang akan datang kepadamu, yang akan membuatmu tersenyum kembali. Walaupun bukan aku. Tapi aku sangat-sangat yakin. Kau akan menemukan sesuatu yang baru dan kau bisa terlahir kembali.
Mungkin permintaan maaf sudah tak ampuh lagi saat ini. Tapi, jujur, tidak akan pernah ada orang sepertimu lagi.
Dan biarkanlah orang-orang di luar sana menertawakan kesengsaraan kita. Mereka.. hanya belum tahu apa sebenarnya makna cinta. Mereka hanya orang awam.

Tapi, ketahuilah, aku merasa lega saat ini. Keharmonisan di rumahku kembali. Dan aku bahagia akan itu. Dan tidak ada yang lebih baik daripada ini. Dan aku mohon, jika kita bertemu, kapanpun itu.. aku harap tidak ada kecanggungan. Rasanya aneh.

Dan biarkanlah cerita kita menjadi cerita terindah dan terpahit sedunia, seperti kisah Romeo and Julliet. Cerita abadi sepanjang masa. Karena saksi bisu tempat kita bersama akan selalu tahu. Mereka.. “Sungai Perahu Kertas”, “Bukit di atas Awan” dan satu lagi, “Jembatan di atas Dunia”

–Miss Rounded Cheeks–

erlinwlndr

Menantimu dalam kedurjanaan . Berpangku pada kekhawatiran , membuatku letih memperhatikan detik yang merambat lamban.

Daun-daun kering terbawa hembusan angin senja.
Batang kayu tua itupun landai .
Serbuk sari temui putiknya .
Dan aku tetap di sini , menantimu .

Entah sampai kapan aku kan tetap menantimu . Kamu yang pergi tanpa jejak . Kamu yang membuatku stuck bertahan pada janji kita dulu . Mungkin usang , mungkin kadaluarsa , atau mungkin itu adalah janji yang tlah tiada .

Kita yang biasa habiskan senja di tempat ini . Menikmati matahari yang bergulir tergantikan bulan . Menyaksikan siluet jingga yang memudar . Berbagi tawa , canda ,dan cinta .

Ingatkah kamu akan tempat ini ? Taman hijau pinggir danau , tempat inilah saksi bisu kisah kita . 5 tahun lalu , aku yang masih belum mengenal apa itu cinta bertemu denganmu di tempat ini . Kamu yang datang dengan senyum manis…

Lihat pos aslinya 584 kata lagi

Mungkin emang gitu kali ya. Setiap orang punya cara yang beda untuk menyayangi seseorang. Ada yang cuek tapi sebenernya care, ada yang kata orang sih lebay, ada yang protektif, ada juga yang menyayangi dari jauh dalam diam, ada lagi yang menyayangi orang dengan tulus tak harap imbalan perasaan.

Tapi, entah kenapa cara yang satu ini berbeda. ”Kita ini tidak terikat. Tapi, saling mengikat”, begitulah kata kami.
Kadang, orang-orang ada yang menjalani hidup dengan di dramatisir, selayaknya drama sungguhan. Ada lagi yang menanggapi hidup dengan berdrama.
Satu lagi, ini berbeda. Sejak mengenal kamu dan kamu. Hidupku memang penuh drama. Seperti novel, film, ataupun mimpi-mimpi terpendamku saat ku terlelap. Kini menjadi nyata.

Tapi, dalam hidupku yang baru genap 16 tahun 4 bulan ini aku menemukan suatu makna. Makna akan perbedaan.

”Terkadang kau harus mencintai perbedaan itu, daripada membencinya. Sehingga, kau tidak terus mengeluh dan lelah bercuap.”