Ironi

Halo! Sebenernya puisi ini udah lama dibuat. Di buatnya beberapa bulan lalu, asal coret aja di buku sejarah wkwk. Enjoy..

Langit pancarkan kelamnya
Dua jarum waktu mengapit ke atas
Gadis itu tertawa dalam lara
Tidakkah tiada gundah?

Dia tergelak penuh ironi
Sakitnya jalari kaki
Penuhi serambi batin
Pada hari telah lama di nanti

Ku hilang tuk berdiri
Kelamnya kalbu, mengapa tak henti
Ku resapi beribu peri
Bahwasanya, langit sudah berganti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s