Perahu yang Patah

Berkaram di kelabu malam
Tak sempat, untuk sesaat terpekur di tempat
Bak mayat hidup tersayat-sayat
Tak taat, layak besi yang berkarat

Turut duka, sendirilah luka
Bersandarkan rasa peka, semuanya tak bisalah diterka
Tak dihitung seperti angka

Di ubun-ubun terpuncak bersusunan angkara
Manusia mungil tinggallah sebatang kara
Ingin berontak, jikalau ia lemah tiada tara

Tolonglah..
Lepaskanlah

Aku..
Lelah
Pasrah
Mati sajalah!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s