MENEMUKANMU #2

Kali ini.. dengan ide Giya yang cukup gila itu Gadha terpaksa melakukannya. Ya, ia sekarang berada di Kampus dimana Giya kuliah. Dan.. Giya berjanji akan menunjukan orang yang bernama Fania Fitria Maria. Orang selalu dicari Gadha sejak kelas 3 SMP.

Fania waktu itu menjabat sebagai ketua murid dikelas. Ghada yang saat itu pendiam dan tidak peduli pada kegiatan-kegiatan kelas yang menurutnya tidak penting selalu saja menyendiri. Sampai saat..
“Binarta,”

Saat itu Ghada merasa terpanggil dengan nama tengahnya. Ia menoleh dan dihadapannya Fania tengah berdiri tegak. “Binarta,”

“Ada apa?”
“Kamu ada masalah dengan siapa di kelas ini?”

Saat ditanya seperti itu Ghada merasa heran. “Saya gak ada masalah dengan siapapun di kelas ini.” Fania pun duduk di kursi kosong menghadap Ghada. “Terus, kenapa kamu tidak pernah ikut kegiatan kelas? Bahkan, foto kelas juga tidak. Ada apa sih sebenarnya?”

Sejak kapan ada yang peduli padaku? Batin Ghada. Dan semenjak itu Ghada menyadari bahwa seharusnya ia membuka dirinya bagiborang lain. Bersosialisasi, dan tidak menjadi introvert akut lagi. Dan salah satunya.. membuka hati untuk seseorang yang diam-diam ia sukai. Tentu saja Fania. Tapi, masa kelas 3 SMP ternyata begitu singkat. Ada kabar gadis itu pindah keluar kota. Ada kabar gadis itu pindah keluar negeri. Ah, tidak jelas. Tapi saat itu Gadha bodoh. Ia terlalu malu untuk bertanya pada Fania kemana ia melanjutkan sekolahnya. Atau pada teman dekatnya Gadha merasa malu karena takut perasaannya diketahui oleh semua orang. Menurutnya, aneh saja. Fania sosok tegas, ceria, dan tentu saja ia manis dengan Ghada yang notabennya seorang introvert akut, nerd, payah, dan.. ah, seperti bumi dan langit kontrasnya.

“Dha!” Tiba-tiba Giya memanggil sambil melambaikan tangannya. Ia bersama perempuan berambut panjang dengan tinggi semampai. Giya memberi kode kepadanya apakah orang yang di sampingnya orang yang dicari Gadha atau bukan.

Dan.. Gadha menghela napas berat. Ia tersenyum, lalu menggeleng. Gadha tahu, perempuan itu bukan Fania yang dicarinya. Usahanya kembali gagal. Ternyata menemukan orang yang di sukainya itu memang butuh perjuangan yang lebih besar lagi.

Ia hanya mencari Fania. Si gadis bermata pelangi.

–Bandung, 16.38–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s