Arsip Bulanan: Maret 2014

Mencintai secukupnya, menyayangi secukupnya, memberi semampunya, menerima seadanya, segalanya dengan takaran yang tepat akan lebih baik. Semua kata yang diawali kata “terlalu”, membawa dampak yang kurang baik dalam kehidupan manusia. — SLR

Hanya Titipan Tuhan

Setiap hari aku berpikir tentang perpisahan. Siklus hidup yang akan selalu bergulir dalam hidup kita. Setiap kali aku menahan orang yang kusayangi untuk pergi . Rasanya aku egois.

Tapi, disisi manusiawi, siapa yang mau ditinggal pergi oleh orang yang kita sayangi?

Tapi, setelah membaca suatu artikel aku tersadar.  Bahwa segalanya adalah titipan Tuhan. Sahabat, orangtua, bahkan nyawa kita sendiri adalah titipan dari-Nya.

Sehingga, kita sepatutnya tidak bersedih jika sesuatu yang bukan milik kita diambil begitu saja. Ikhlas, menerima, sesuatu yang sangat luar biasa.

Ajaib. Bahkan, di saat seperti ini aku masih bisa merindukanmu. Walaupun kau tahu, bahwa hal ini adalah hal yang mustahil. Tapi itu terjadi.

Terkadang, di saat kita merindukan seseorang, ada saja yang menggantikan kehadirannya. Seolah mungkin.Tapi ingatlah , Tuhan selalu adil.

Cinta itu indah. Tidak pernah menyakitan. Yang menciptakan rasa sakit itu adalah adalah ego manusia itu sendiri. Yang membuat dirimu sakit adalah ketika kamu mengharapkan cinta dari seseorang yang kamu cintai. Yang membuat sakit adalah perasaan tidak terima ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita harapkan. Merasa yang kita berikan sudah lebih, lalu kita mendapatkan balasan yang tidak setimpal.

Lalu, ketika cinta murni yang tulus datang. Ego itu bisa melebur dengan mudahnya.

Ketulusan.. tidak mengenal kata lelah ataupun mengeluh.

#sincerityoflife

Ingin Menulis

AAAAAA
Ingin menulis sesuatu ang berguna. Dari kemarin-kemarin cuma bisa post quotes sama tulisan gajelas doang. Haaahh~ sama sekali ga ada waktu buat mikir tulisan yang bnr-bener mateng. Bahkan buku yang lagi dibaca pun dianggurin. Pokonya setelah UN, segalanya harus balik lagi.

Daan.. semoga semua masalah gapenting ini terselesaikan baik, sesuai rencana Allah. Dan yang terpenting untuk saat ini dan nanti adalah LULUS SNMPTN UNDANGAN!

-malam yang lelah, syok, pening, bercampur layak gado-gado-

Orang lain hanya melihat dari luar. Tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tidak mengerti bagaimana rasanya. Hanya Tuhan.. dan kita yang mengalami yang tahu. Terkadang, kita hanya perlu mendengarkan kata hati. Bukan pendapat orang lain yang tidak tahu apa-apa.

Aku hanyalah,

Aku hanyalah embun. Embun yang selalu dikalahkan oleh sinar mentari.

Aku hanyalah kabut. Mengelabuimu dan diri sendiri.
Aku hanyalah cermin yang kau pecahkan. Berserakan.
Tak tahu bentuk.

Aku hanyalah jerami yang dibuang. Tertumpuk di antara jerami yang lainnya.
Tertutupi.

Aku hanyalah permata yang kusam. Redup. Tak memantulkan sinar.

Aku hanyalah boneka yang ditusuk-tusuk. Mati. Sunyi.

Aku hanyalah seonggok daging bodoh.

Yang terlalu teguh pada ketulusan.