Arsip Bulanan: Juni 2014

Serasa kaya Taylor Swift

Serasa kaya Taylor Swift.
Loh kenapa??
Ceritanya.. gue punya kucing baru nih! C360_2014-04-25-08-26-31-843
Eh, gak deng, gue sekarang emang punya kucing. Namanya Cimeng(cowo). Ya, walaupun namanya aneh (kaya nama Ganja kata temen gue), tapi kucing gue ini lucuuu. Ya, walalupun gak selucu kucing persia sih. Sekilas sih kucing gue kaya kucing kampung warna coklat pasaran dimana-mana. Tapi kucing gue beda, Bro, pokonya lucu. I love Cimeng!

C360_2014-05-19-23-08-45-001

Sejarahnya bisa dapet Cimeng ini gak disangka banget. Jadi, pas tanggal 9 April 2014. Ya, pas Pemilu Legislatif gitu gue, Papa, sama ade gue pergi kan buat nyoblos. (Ade gue sih gak nyoblos) Trus pas di jalan pulang, di deket rumah ada kucing jalan-jalan gak jelas. Dasar ade gue iseng ya di gendonglah si kucing itu. Dibawa ke rumah, dikasih makan, di elus-elus. Dan.. pas besoknya kucing itu masih aja tetep di rumah. Wah, kayanya ini kucing betah kan di rumah gue. Ya, orang rumah pada seneng. Selama ini gak ada kucing yang betah di rumah gue. Paling cuma tinggal seminggu trus kabur. Malah waktu itu pernah punya kucing trus kabur gara-gara di mandiin.

Nah, sejak tanggal 9 April itu Cimeng amsih ada di rumah gue. Masih betah walaupun entah berapa puluh kali dijailin sama ade gue. Seneng banget sih kalo gue untuk punya kucing. Kaya punya boneka hidup. Gausah miara Tamagochi atau Pou lagi wkwk.
Dukanya miara kucing(di daerah rumah gue) ya kucing itu ternyata doyan berantem. Dan anehnya, kucing gue paling di bully di antara kucing-kucing sekitar rumah. Dan bukan hal asing lagi bagi gue buat ngelerai kucng berantem :’) Mandiinnya awalnya susah sampe kudu di cakar segala. Tapi kesini-sini jadi terbiasa. Dan ngasih makannya itu, Bro, pagi-pagi harus udah dibangunin sama raungannya Cimeng minta makan. Padahal kita sendiri juga belum makan.

Nah, kalo sukanya sih, kita bisa ngelatih kepekaan kita buat ngertiin kucing. Trus kita punya temen di rumah. Kan ada pepatah bilang kalo:

Having a pet is like having a fiend that won’t betrays you.

Kucing gue juga seneng di elus-elus. Suka gue pangku-pangku hehehe. Tapi gapernah ngambek. Trus kalo sendirian di rumah kita gak pernah ngerasa kesepian. Kucing juga bisa kita ajak ngpbrol. Kalo gue lagi sedih, trus gue elus-elus Cimeng, pasti mood gue naik. Dan yang paling amazing adalah.. kucing itu bisa mempererat ikatan keluarga, Bro. (Khusus keluarga yang suka sama kucing) Dulu, keluarga gue ya.. terutama gue sama Papa gue itu jarang banget ngobrol. Ya cuek aja. Tapi, sekarang udah ada topic yang bisa kita omongin. Ya kucing gue! Hahahaha. Pernah ada satu momen di saat keluarga gue lagi ngumpul sambil nonton TV trus ngomongin Cimeng dengan ramenya. Lucu ajasih buat gue. Cuma ngomongin kucing doang gue ngerasa kalo keluarga gue jadi apa ya.. hm, mungkin bisa dibilang ‘tambah hangat’.
Kucing gue juga suka banyak gaya. Nih liat deh.

C360_2014-06-14-08-29-00-277 C360_2014-06-14-08-40-50-105 C360_2014-06-14-07-28-30-835

Dan setelah gue miara Cimeng, gue jadi ngerti satu hal. Ternyata.. kucing juga bisa ngalamin cinta segitiga. Kenapa? Tanya di comment aja ya 

 

Paradoksial Hidup (Dialog)

X: “Terkadang kita hanya membutuhkan diri kita sendiri untuk hidup.”

Y: (Sedang minum, lalu tersedak) “Kau bilang apa?”

X: “Terkadang kita hanya membutuhkan diri kita sendiri untuk hidup.”

Y: “Kau ini mahkluk anti-sosial ya!”

X: (menggeleng)  “Bukan begitu. Kau akan merasakannya nanti, ketika….”

Y: “Ketika?”

X: “Ketika semua orang di sekitarmu mengkhianatimu. Bahkan, orangtuamu sendiri.”

Y: “Menurutku tidak, ya, walaupun kenyataan pahit kita pasti membutuhkan mereka. Atau kelak, kitabakan menbutuhlan orang lain juga.  Kau hanya terlalu berlebihan.”

X: …

***

5 Tahun kemudian mereka bertemu lagi.

Y: ” Kau benar.”

X: ” Maksudmu?”

Y: ” Apa yang dikatakan olehmu lima tahun lalu. Itu benar.”

X: (mengeritkan dahi,  mencoba mengingat)

Y: ” Dua tahun terakhir hidupku kacau. Kekasihku sendiri teganya berselingkuh dengan sahabatku sendiri, aku dicurangi di pekerjaanku, bahkan orangtuaku sendiri.. ah, sudahlah. Intinya.. aku merasakan apa yang kau katakan dahulu, Bung. Aku memang hanya membutuhkan diriku sendiri.”

X: (mengingat, lalu tersenyum kecut) “Justru perkataanku salah.”

Y: (menggeryit) “Tidak, Bung, itu benar!”

X: (menggeleng) “Awalnya, aku merasa terpuruk. Kacau sekaligus tidak percaya. Tapi setelah kau bilang dahulu bahwa kita akan membutuhkan oranglain juga, aku mulai percaya. Aku percaya pada hidupku dan aku percaya kepada orangtuaku lagi. Dan setelah itu, percayalah, semua akan baik-baik saja.”

Y: “Terimakasih, Bung. Aku harap bisa sepertimu”

X: “Tidak, akulah yang berterimakasih.”

Hidup se-hidup hidupnya

Mungkin, kegagalan dalam hidup bisa bikin manusia jadi “memanusiakan” manusia. Entah kenapa dua bulan terakhir ini tuh masa-masa yang fatal banget dalam hidup gue. Semuanya campur aduk. Mulai dari jatoh, dijatohin, ngerangkak, sampai bisa bangkit lagi.

Mungkin, inilah hidup yang sebenarnya ‘hidup’. Pernah ada satu titik ketika gue berpikir gue adalah manusia paling goblok sedunia. Lebay sih, tapi serius itu titik terendah gue selama belasan tahun ini hidup.

Satu lagi, kegagalan datang lagi. Dan itu bukan mematahkan hati gue, tapi hati kedua orangtua. Kadang gue suka bimbang juga sih ngeliat orangtua kaya gitu. Sedih, mikirin gue mau kuliah dimana, biayanya berapa, gue nanti bakal gimana. Tapi disisi lain gue juga bersyukur, ternyata orangtua gue masih sayaaang banget. Tapi tetep aja gue juga ikut sedih.

Dan masih ada dua ujian lagi yang harus gue tempuh, atau mungkin tiga, entahlah. Yang pasti gue gak akan sia-siain perjuangan orangtua gue. And the moat important is… I will make them proud. Oh, no, the real is.  I HAVE TO MAKE THEM PROUD.

Buka Mata Hati

As Simple like that 🙂

MARISSA ANITA

Ibu sejak kecil kerap bercerita.

“Kebahagiaan bagi ibu adalah ketika makan ada, tempat tinggal ada, mau jalan-jalan kadang-kadang juga bisa. Hidup cukup. Tidak perlu kaya raya untuk menjadi bahagia,” seloroh ibu. 

Ketika dipikir-pikir, memang kebutuhan kita sebagai manusia sebenarnya sangat sederhana. Kita butuh makan; butuh rumah untuk berteduh; butuh keluarga dan teman yang mengasihi untuk membuat hidup ini punya sinar dan harapan meski ketika dirundung masalah; terkadang kita butuh rekreasi untuk tenangkan pikiran dan ringankan hati ketika hidup terasa ruwet. 

Buka mata hati. Mati tidak membawa harta. Ketika kita diberi yang Kuasa kelebihan, tidak ada salahnya berbagi kepada mereka yang tidak berkelebihan. 

 

 

Lihat pos aslinya

Menulis di Embun Pagi

Pagi itu, tanganku menari di jendela yang berembun..

 

Begini saja, mari kita akhiri segala drama yang kau perbuat.

Dan, bagaimana dengan 2 wajahmu itu?

Aku sudah angkat tangan sejak awal.

Adakah orang sebodoh itu?

Aku.

Dan garis khianat yang semakin jelas di landai pantai telah menyingkap

Kau

 

Katanya kau lelah

Bukankah dirimu perbuat?

Bukankah karena 2 wajahmu?

Bukankah, kau yang membuat tali mati?

Tidak tahu diri

 

Dan jika akupun yang harus kau tikam lagi

Tolong

Tolong, bukalah matamu, hatimu

Agar kau tidak hanya untuk mendengar

Tapi, memahami

 

Matahari seketika terbit, tanganku berhenti, tulisan itu aku ingat sampai mati.

Masih Mengeluh? #katabijak

Chao's blog

image

Kerjamu tak dihargai? Allah sedang mengajarkanmu tentang ketulusan.

Usahamu dinilai tak penting? Allah sedang mengajarkanmu tentang keikhlasan

Hatimu terluka dalam? Allah sedang mengajarkanmu tentang memaafkan

Kamu merasa lelah dan kecewa? Allah sedang mengajarkanmu tentang kesungguhan

Kamu merasa sepi dan sendiri? Allah sedang mengajarkanmu tentang ketangguhan

Kamu merasa letih hingga ingin berhenti? Allah sedang mengajarkanmu tentang arti pengorbanan

Semua cobaan datang menyapamu? Allah sedang mengajarkanmu untuk lebih bersyukur dan mendekat pada-Nya

Lihat pos aslinya