Arsip Bulanan: Juli 2014

Ada saatnya ketika perkenalan sudah sampai pada titik jenuh tertentu.
Mari kita…
Hentikan saja ‘tuk sementara.

Aku tidak ingin menjadi bayangan
Yang kau tahu ada, tak diacuhkan
Terlalu jera merasakan pedih yang sama
Terlalu lemah melihat dua sisi gelapmu

Aku terlalu naif untuk paham apa itu mengikhlaskan
Mengikhlaskan satu, lima, sepuluh pedang yang telah kau tikam padaku..
dari belakang.

Aku akan kembali.
Bukan setelah kau meminta maaf atau aku memaafkan.
Karena kurasa.. aku telah melakukan itu sejak awal.

Tapi setelah kau belajar.
Bukan hanya mendengar tapi memahami.
Bukan hanya simpati tapi empati.
Bukan hanya berpikir dan diam, tapi berpikir dan bertindak.

Untuk dirimu yang berparas ganda.

Diantara hening hening malam yang kerap menerjang. Aku percaya, ada doa yang selalu dipanjatkan tapi tak sampai-darimu- aku percaya ada rasa rindu yang menggebu-darinya- dan aku yang mengerti hanya bisa berdiam diri. Karena perenggangan tali yang seharusnya tidak pernah terikat. Yang seharusnya tidak saling terkait. Aku mengerti. Darimu, darinya, dari diriku sendiri.

Kita masih peduli.

Orang yang memiliki karakter baik percaya bahwa mereka bisa membuat perbedaan, yaitu memiliki kemauan keras untuk membuat sesuatu menjadi kenyataan

Vikram Noronha, GM Burger King dan Dominos Pizza Indonesia

Manusia terkadang membela hal yang salah demi seseorang yang disayanginya, atau mungkin TERLALU disayanginya di depan manusia yang lain. Padahal dirinya juga tahu dan paham.
Kenapa manusia (itu) terus di bela mu? Kenapa hanya kepada ku kau membela? Sudah pantaslah memantaskan diri.

Ini hanya renungan untuk kita, atau engkau yang merasa. Bahwa manusia memiliki lika-liku pemikiran yang rumit (terkadang). Yang berdampak pada manusia itu sendiri. Terjebak. Tidak bisa keluar akibat Ego-nya dan sisi Id yang membuat manusia serakah.

Karena sesuatu yang di embel-embeli kata ‘terlalu’ tidak baik adanya.