Menjadi Karang yang Diterpa Ombak

Menjadi karang yang diterpa ombak tidaklah mudah. Tidak semudah orang melihat ia hanya terpaku menghadap lautan yang selalu menerpanya dengan ombak-ombak yang berbagai macam ritme.
Siapapun tahu karang adalah batuan yang kuat, keras, berdiri tegak. Tapi, apakah orang-orang tahu tahun demi tahun ia menipis? Melapuk? Sebagian dari dirinya dirampas ombak secara perlahan lalu bertransformasi menjadi butiran pasir di samudra.
Banyak yang tidak tahu betapa sengsaranya menjadi batu karang yang berada di pantai, yang lama kelamaan aus ditelan waktu. Waktu ombak yang merampasnya pelan. Ombak yang diam-diam datang menyapa, pergi lalu kembali.. pergi lalu kembali.. pergi.. dan ia kembali hanya untuk merampas karang yang kian tahun menipis. Hanya saat ia membutuhkan sandaran batu karang yang bisa membawa ombak kemali ke samudra tuk bertualang, hanya demi dirinya.

Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh sebuah karang?
Ia hanya bisa menunggu ombak datang, memeluknya ketika ombak membutuhkannya. Lalu melepaskan ombak kembali, hanya sesederhana itu hidupnya menjadi kawan ombak yang setia dan tak pernah berniat sedikitpun untuk melukai ombak dengan keras permukaannya.
Dan suatu saat ketika karang lelah, separuh dari dirinya telah dirampas oleh kawan satu-satunya yang ia punya. Sekuat apapun karang ia memutuskan untuk berhenti. Berhenti hanya menjadi sandaran, berhenti menjadi satu-satunya yang menunggu, karena faktanya.. ia semakin jauh dari permukaan laut. Sebagian dari dirinya yang telah aus membuat jarak antara dirinya dengan ombak. Dan ia meyakinkan dirinya sendiri, bukan dirinyalah yang memutuskan hal itu terjadi. Pertanyaan yang tidak di diga muncul.. mengapa selama ini ombak menghianatinya sekejam itu? Datang dan pergi, diam-diam melahapnya.
Walaupun begitu karang selalu tahu.. ombak tidak akan pernah kesepian di lautan sana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s