Titik Terendah Sang ‘Unstopable Dreamer’

Semua orang pernah ada di titik terendah dalam hidup. Pasti. Karena hidup ini ibaratkan siklus kontinyu. Tidak pernah berhenti.

Seperti yang aku alami saat ini. Merasa di titik terendah dalam hidup, setalah bangun dari masa kelam 12 tahun yang lalu. Dan masa ini menyembur ke permukaan dalam hidup. Bedanya, kini masalah hidup yang dihadapi sudah ‘sepadan’ dengan umurku yang beranjak menua. Dewasa.

Manusia selalu dituntut untuk menjadi pribadi yang dewasa dalam menangani suatu masalah dalam hidupnya. Bahkan, disaat ia masih belia sekalipun. Dan, kini aku pun dituntut untuk bersikap dewasa atas terpaan-terpaan yang ada. Bahkan yang berasal dari orang yang disayangi sekalipun.

Rasanya, mimpi-mimpi saya yang selalui saya simpan lima sentimeter di depan dahi saya selalu di intervensi oleh orang-orang yang tidak berpihak. Apakah menjadi seorang ‘unstopable dreamer’ sebegini samsara? Pelik. Terjangan dari segala arah membentur pada satu titik yang bahkan tidak bersalah. Mimpi yang tidak bersalah.

Heran. Penghancur mimpi itu selalu dimana-mana. Berbeda dengan pemburu mimpi yang menjadi kaum minoritas yang kerap kali dilecehkan logika manusia yang kadang setajam belati. Padahal ada yang lebih berkuasa atas rupa-rupa pemikiran yang mereka sebut ‘logis’ itu.

Tuhan.

Sudah kubilang. Bermimpi dan berangan itu berbeda. Kerap kali disalah artikan. Seorang pemimpi pastilah ia menghadapi realitas yang ada. Mencari celah pada realitas dimana mimpinya bisa direalisasikan. Ya, tentunya dalam realitas itu sendiri. Lalu para subjek yang senang berangan? Mereka hanyalah manusia yang selalu melihat langit, dan lupa pada pijakannya. Bumi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s