Seharian. Di kosan. Menambah Wawasan.

Hari ini saya banyak belajar. Walaupun sebenarnya seharian saya habiskan di kosan.

Dalam buku 21 Days to be TransHuman oleh Nanang Qosim, saya belajar bahwa memberi haruslah dengan ikhlas. Tentu saja hal ini sangat biasa di dengar tapi apakah biasa kita lakukan?

Manusia cenderung mengharapkan balasan ketika memberi. Balasan yang di harapkan bisa dalam bentuk apa saja, seperti ucapan, tingkah laku, atau bahkan sebuah barang. Contoh sederhana ketika kita tersenyum kepada seseorang dan seseorang itu tidak memberikan respon yang baik, manusia cenderung merasa sebal atau berpikir negatif tentang orang tersebut. Ini merupakan salah satu bukti bahwa manusia itu pada dasarnya pamrih atas segala sesuatu.

Hari ini saya juga belajar dari film yang selesai saya tonton di siang ini. Film ini berjudul “The Giver”. Film yang terkenal pada tahun ini. Film ini menceritakan sebuah dunia yang menjunjung kesamarataan. Dunia ini terbagi dalam beberapa community demi kedamaian. Dunia ini tidak mengenal kata cinta, sakit, benci, perang, terkenal, keluarga, mati, warna, emosi, dan hal-hal yang bersifat duniawi. Hidup mereka diatur dengan berbagai macam aturan, bahkan aturan dalam berpakaian. Menjadi berbeda sangat dilarang di dunia ini. Hal-hal seperti itu dianggap tabu dan di larang dalam penggunaan bahasa mereka. Setiap tahunnya akan digelar upacara kelulusan bagi para anggota komunitas. Dan Jonas adalah salah satu yang akan di wisuda. Setiap anggota yang di wisuda akan mendapatkan profesi yang sesuai dengan keahliannya, dan Jonas terpilih sebagai Receiver of Memories atau Penerima Ingatan.

Ia di latih oleh Penerima Ingatan sebelumnya yang disebut “The Giver”. Kemudian, ia belajar tentang memori di masa lalu sebelum dunia yang sekarang ia tinggali ada. Ia mengenal cinta, warna, mimpi, dan hal-hal yang tidak diperbolehkan di komunitasnya. Ia belajar tentang keberagaman dalam dunia nyata.

Dari film ini saya belajar bahwa tujuan Allah membuat dunia ini penuh dengan berbagai macam hal adalah tujuan yang sangat mulia. Jika semua dari kita sama, kita tidak akan mempunyai alasan untuk mengenal satu sama lain. Tidak ada emosi, tidak ada konflik, tidak ada interaksi antara manusia. Tapi Allah tahu itu semua.

Allahuakbar.

 

Hari ini saya seharian didalam kamar, ketika oranglain sedang bercengkrama dengan teman-temannya atau sekedar jalan-jalan ke suatu tempat, saya tetap bisa belajar banyak hal. Hidup, bisa seajaib ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s