Jogging, lalu perjalanan ke Bogor yang singkat

Pagi ini (Sabtu, 22 November) aku berniat jogging di sekitar kampus karena sudah sangat lama sekali aku tidak olahraga pagi sejak sembuh dari mata ikan. Karena telat bangun, terpaksa berangkat jam 7 dari tempat kosku (Griya Tiara Indah) dan sarapan dengan roti favorit Sari Roti Sandwich dan susu coklat. Setelah melewati gerbang Kutek (Kukusan Teknik), aku pun mulai melakukan pemanasan dan tak lama mulai berlari.

Selama, 4 bulan ini kuliah aku belum pernah masuk Stadion UI, maka dengan isenglah aku masuk dan ternyata aku tidak bileh berlari di lintasan atletiknya karena aktivitas UKM sudah dijadwal jadi orang “umum” tidak diperbolehkan untuk memakai lintasan. Setelah duduk di tribun— mengambil napas lebih tepatnya— aku pun mulai berlari lagi. Dan sampailah aku di Rotunda(Sebuah lapangan besar di depan Kantor Rektorat UI, biasanya dipakai untuk olahraga). Setelah lari beberapa putaran, akhirnya aku merasakan lelah, tapi sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan jogging. Pada akhirnya, aku berjalan ke halte Bikun (Bis Kuning) dan kebetulan Bikun pun lewat maka naiklah aku dan berhenti di halte Stasiun UI. Entah kenapa, aku membeli tiket dengan tujuan Bogor. Aku juga tidak tahu ke Bogor untuk apa yang jelas, moodku saat itu aku ingin pergi ke suatu tempat menggunakan Commuter Line.

Bogor

 

Tak lama kereta pun datang. Aku duduk di kereta khusus wanita yang melompong, dan ada kontras yang jelas bahwa perempuan-perempuan disana memakai baju yang.. well, memang cocok untuk berpergian. Dan aku? Aku hanya memakai celana training dan jaket bisbol. Ada beberapa yang melirik padaku—atau mungkun aku cuma GR hahaha.

Perjalanan dari stasiun UI ke stasiun Bogor hanya terlampau 30 menit. Dan dengan ongkos 5000 rupiah pulang-pergi. Cheap? That’s why I took Bogor.

Sesampai disana aku terperangah melihat stasiun Bogor yang.. bagus dan suasana disana yang sudah “kota”. Aku berkeliling di area sekitar stasiun, melihat para pedagang kaki lima dan kios-kios grosir sepatu. Mungkin kalau aku membawa uang lebih aku akan beli salah satu sepatu itu karena harganya dijamin murah. Setelah itu aku duduk-duduk di taman Dewi Sartika, melihat badut Donald Bebek yang melambai-lambaikan tangannya padaku. Sejujurnya ingin di foto sih tapi rasanya malu dilihat oleh orang-orang sekitar.

Aku pun beranjak ke Taman Topi Square, tapi sayang kios-kios disana masih tutup karena saat itu masih jam 9. Hanya KFC dan outlet roti yang tengah buka. Ada godaan untuk pergi ke istana Bogor tapi dengan pakaian jogging ini tidak memungkinkan untuk kesana, dan salah satu alasan lainnya yaitu MACET. Setelah googling, ternyata hanya butuh satu kali naik angkot untuk ke Istana Bogor. Lain waktu, aku akan kesana—sesudah aku berhasil nabung untuk membeli kamera digital. Oiya, aku juga penasaran dengan pizza tungku yang terkenal itu.

Karena lapar, dan belum sempat memasak di kos aku membeli seporsi mie ayam dan membungkusnya. Untuk memecah rasa bosan setengah jam di kereta aku pun membeli koran dan akhirnya kembali ke stasiun UI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s