Perahu Arif Adnil

Arif tidak sadar ia tengah membuat origami perahu kertas. Menunggu hujan reda membuatnya penat sesaat. Lalu, salah satu temannya memanggil.
“Arif!”

Arif menoleh, senyumnya tiba-tiba mengembang. Orang itu berdiri di samping Arif, menghadap ke arah yang sama.

Arif memandang seseorang itu lama, sampai orang itu bersuara. “Perahu kertas, ya?” Arif melirik benda yang ada di tangan kanannya lalu mengangguk.

“Jangan pernah berikan itu padaku, ya?” Nadanya tidak terdengar seperti orang yang terlalu percaya diri, tetapi lebih terdengar seperti permohonan. Alis Arif terangkat ketika orang itu tersenyum pahit.

“Dulu, seseorang memberikanku origami perahu kertas. Tak lama, ia menghilang, pergi entah kemana.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s