LTM MPK AGAMA : Kedudukan dan Fungsi Al-Sunnah

LTM

SUMBER AJARAN ISLAM

Kedudukan dan Fungsi Al-Sunnah

 

Nama: Shafira Linda R

NPM   : 1406613971

 

BAB I

PENDAHULUAN

            Sumber ajaran Islam tidak hanya satu sumber saja, melainkan meliputi tiga hal, yaitu: AAl-Quran, Ijtihad, dan al-Sunnah. Al-Sunnah adalah perkataan Rasulullah yang di tulis dan di ‘rekam’. Al-Sunnah ini merupakan penjelasan atau penjabaran al-Quran mengingat al-Quran tidak memuat hal yang detail dan bersifat universal.

Saat ini, al-Sunnah ini merupakan sumber ajaran Islam yang dipakai umat Islam bersama-sama dengan al-Quran.

BAB II

ISI

  1. Kedudukan al-Sunnah

Kedudukan al-Sunnah dalam sumber ajaran Islam yaitu menempati tempat kedua setelah-Al-Quran. Hal ini dikarenakan para ulama telah sepakat bahwa al-Sunnah memiliki keterkaitan yang erat dengan al-Quran. Tetapi, sebagian juga berpendapat al-Sunnah adalah sumber ajaran yang setara dengan al-Quran. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, al-Sunnah merupakan penjabaran hal-hal khusus dari al-Quran yang bersifat umum.

Menurut Imam al-Syafi’i al-Sunnah tidak bisa di pisahkan dengan al-Quran karena dua sumber ini merupakan satu kesatuan yang mendukung dan berkorelasi. Maka mazhab Imam Syafi’i menetapkan satu kaidahnya bahwa sumber hukum Islam adalah al-Quran beserta al-Sunnah atau yang biasa kita sebut hadist. Berikut adalah dalil yang mendukung pendapat Imam Syafi’i:

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,”(QS: Al-Jumuah Ayat: 2)

 

 

  1. Fungsi al-Sunnah

Walaupun fungsi umum al-Sunnah adalah menjabarkan al-Quran secara detail, berikut adalah fungsi-fungsi al-Sunnah.

  1. Menguatkan hukum yang ditetapkan al-Qur`an.

Contoh firman Allah Swt dalam surat Hud : 102. Ayat ini diperkuat dengan hadits riwayat Abu Musa yang maknanya hampir sama. Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menangguhkan siksaannya bagi orang yang berbuat zhalim, apabila Allah telah menghukumnya maka dia tidak akan pernah melepaskannya. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat surat Hud : 102 (H.R Muslim)

  1. Menjelaskan maksud al-Qur’an, yaitu dengan cara merinci yang mujmal, membatasi yang mutlak, mengkhususkan yang umum dan menjelaskan yang musykil.
  2. تفصيل المجمل Merinci yang mujmal, yaitu ayat-ayat al-Quran yang ringkas dan singkat penjelasannya, ayat seperti bisa melahirkan berbagai interpretasi.
  3. .  تقييد المطلق Membatasi yang mutlak, yaitu ayat yang bersifat umum dan tidak mengandung penyempitan makna. Contohnya seperti ayat yang berkenaan potong tangan dalam surat Al-Maidah : 38. Ayat ini dibatasi oleh hadits bahwa yang dipotong hanya sampai pada pergelangan tangan. Hadits ini bisa dilihat dalam kitab Sunan Al-Kubro Imam Baihaqi.
  4. توضيح المشكل Menjelaskan lafadz yang musykil

Ada lafadz dalam Al-Qur’an yang tidak diketahui maknanya secara jelas kecuali setelah mendengar keterangan dari Nabi Saw. Bahkan ini pernah terjadi pada ‘Aisyah ra terkait dengan kata  حساباdalam surat Al-Insyiqaq : 8.

  1. Menetapkan hukum baru yang tidak ditetapkan oleh al-Qur`an

Al-Sunnah berfungsi juga sebgai sumber hukum tersendiri. Al-Sunnah dapat menciptakan hukum baru yang tidak terdapat dalam al-Quran. Hal ini disebabkan karena Rasulullah ingin memastikan dan lebuh meyakinkan lagi tentang hal-hal yang tidak dijabarkan dalam al-Quran.

BAB III

KESIMPULAN

            Kedudukan al-Sunnah setara dengan al-Quran karena al-Sunnah berfungsi sebagai penjabaran luas al-Quran, menguatkan ayat-ayat al-Quran, dan menetapkan hukum yang al-Quran tidak punya.

REFERENSI

http://kallolougi.blogspot.com/2012/02/kedudukan-dan-fungsi-hadits-terhadap-al.html diakses 25 Februari, 17.34.

Mubarak, Zakky. 2007. Menjadi Cendikiawan Muslim. Jakarta: Yayasan Ukhuwah Islamiyah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s