Membangun Performa Anak Melalui Komunikasi Guru dan Orang Tua

           Di Indonesia, sekolah mempunyai peranan penting dalam mewujudkan tujuan dan fungsi pendidikan nasional. Dalam UU No.20 Tahun 2003 Pasal 3, tertulis bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk perkembangan potensi siswa didik agar menjadi peserta didik yang mandiri dan menjadi warga yang demokratis dan bertanggung jawab” Selain pihak sekolah, peran orang tua juga sangat berpengaruh dalam mengembangkan potensi anak. Maka, komunikasi guru dan wali/orang tua murid yang efektif sangat diperlukan dalam mengembangkan potensi dan performa anak.

Menurut Ir.Yudistira S.AS. dalam bukunya Dreamsmart For Parents, masih ada 14% orang tua yang tidak mengetahui bakat anaknya. Komunikasi orang tua dan guru yang efektif merupakan kunci dalam meningkatkan kemampuan motorik dan psikomotorik anak. Terutama pada murid PAUD sampai kelas 1 SD, kemampuan motorik perlu dipantau. Usia dini mulai dari 4 sampai 6 tahun biasa disebut golden age, karena tingkat menyerap pengetahuan dan kemampuan motoriknya berkembang pesat. Selain itu, guru dapat mengetahui kemampuan psikomotorik anak melalui orang tuanya sehingga terjadi koordinasi yang baik dalam pengajaran guru di kelas. Minat dan bakat anak juga bisa terlihat sejak dini, sehingga bakat yang dimiliki anak bisa dilatih dan tidak terpendam sia-sia. Adapun sebaliknya, ketika orang tua belum bisa melihat bakat anak di rumah, interaksi dengan guru dapat membantu orang tua untuk mengasah bakat anak entah itu berupa kursus atau pemberian fasilitas di rumah. Keberlanjutan sekolah anak juga dapat dikonsultasikan dengan baik kepada guru sehingga karir akademik maupun bakat anak bisa terencana. Maka dari itu komunikasi antara guru dan orang tua menghasilkan pengembangan bakat dan akademik anak yang sinergis.

Setelah mengetahui minat dan bakat anak, peran orang tua dan guru juga berpengaruh pada karakter dan kepribadian anak. Dengan adanya komunikasi orang tua dan guru, kedua pihak bisa mengetahui bagaimana karakteristik anak di rumah maupun di sekolah. Kebanyakan orang tua tidak mengetahui tingkah laku anaknya ketika di sekolah. Masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dapat diklarifikasi oleh guru kepada orang tua. Hal ini dapat mengembangkan karakter dan moral anak di rumah juga sekolah sehingga ada korelasi yang sejajar antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Tentu saja, komunikasi antara orang tua dan anak juga harus berjalan. Dengan adanya keseimbangan tersebut, orang tua juga dapat membuat strategi akademik untuk anak dan menimbulkan rasa saling pengertian baik antara anak, orang tua, dan guru.

Peristiwa seks bebas atau pelecehan seks juga bisa diminimalisir dengan interaksi orang tua dan guru. Pengawasan di sekolah dan rumah sangat membantu mencegah hal-hal yang tidak diharapkan mengingat 62,7% siswa SMP mengaku sudah tidak perawan dan 62% siswa SD kecanduan pornografi. Hal ini berkaitan juga dengan pendidikan moral yang sudah disebut di atas, tetapi perhatian dan pengawasan anak adalah hal yang harus dilakukan secara kontinu.

Sebagai kesimpulan, komunikasi antara guru dan orang tua yang efektif menghasilkan banyak manfaat bagi segala pihak. Orang tua dapat memantau anak dengan baik, guru dapat memberi metode pengajaran yang tepat, dan anak dapat meningkatkan prestasinya lebih efektif.

 

 

Referensi:

Karter, Jemi, Huber Yaspin Tandi, dan Yusdin Gagaramusu. (November,2014).Hubungan Komunikasi Orang Tua dan Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa Sdn Inpres 2 Lolu, 2-5. Di peroleh dari: http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/ESE/article/view/2755

 

S.AS. Yudistira,Ir.(2007). Dreamsmart For Parents. Jakarta: Elexmedia Komputindo.

 

UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 dikutip dari: http://kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf

 

Redaksi Batam Today.(Oktober,2013). 62,7% siswa SMP mengaku sudah tidak perawan dan 62% siswa SD kecanduan pornografi. Diperoleh dari: http://www.batamtoday.com/berita34203-62,7-Persen-Remaja-SMP-tidak-Perawan,-62-Persen-Anak-SD-Kecanduan-Pornografi.html

(Esai ini di dedikasikan untuk pendaftaran Gerakan UI Mengajar 5, doakan semoga lolos jadi pengajar yaa!)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s