Kepada hujan, atau apapun kau itu

Sehabis hujan, aku selalu menemukan sisi berbeda pada dunia.

Segalanya terasa syahdu, tenang walaupun ramai. Oksimoron tak tertahankan dalam benak.

Pikirku berlabuh pada daun-daun basah yang merunduk-runduk. Mataku pejam menikmati hujan sore yang merintik lembut.

Ada rintik di wajahku. Seperti tangis yang terselubung, ketika ku mendongak pada langit.

Hujan atau apalah kau molekul air diwajahku. Suatu saat, akan ada terang yang menanti esok hari.

Suatu saat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s