Untuk Neptunus: Keluarga Baru

 

K2n Ciomas no name

Dear Neptunus yang tersayang,

Halo, Nus! Setelah satu bulan akhirnya aku kembali lagi menulis. Rasanya hari-hari nanti ingin terus aku menulis lagi. Aku rindu.

Tapi disini aku ingin bercerita tentang keluarga baruku, Nus. Keluarga yang belum pernah aku temui sepanjang hidup yang seperti ini.

Aku seperti memiliki jutaan barel minyak untuk dijadikan bahan bakar lho, Nus.

Selama dua tahun menjadi mahasiswa, baru kali ini rasanya aku merasakan kebahagiaan yang seperti lagi. Perasaan ini mengingatkanku ke masa-masa SMA dulu. Mungkin karena pada awalnya, aku berekspektasi rendah tentang pertemanan di lingkungan perkuliahan yang menurutku semu.

Tapi, ternyata selama ini aku salah, Nus.

Selama 33 hari lamanya aku bisa tinggal dengan sebuah keluarga utuh yang sangat solid. Saling mendukung walau diam-diam. Saling mengasihi satu sama lain walau terpendam.

Kami ada ber-12. Berikut silsilah keluarganya.

  1. Rizal Bahriawan, S.Kom. (Ayah)

Bagiku dia adalah sosok ayah yang periang dan kocak. Dia selalu mencairkan suasana disaat-saat kami bersitegang sekali pun. Terkadang tingkah kekanakannya muncul dan memberikan bumbu tersendiri di keluarga kami. Dia adalah Ayah sang Pencair Suasana.

2. Rizky Alika (Mama)

Untukku dia adalah sosok yang keibuan yang senantiasa menjadi pendengar dan teman diskusi yang asyik dikala santai dan teman diskusi yang bisa diajak kompromi ketika serius. Dia selalu jadi pelabuhan terakhir dimana aku memiliki unek-unek tertentu dan memberi semangat di setiap saat baik aku sedang “menyala” atau “redup sekalipun. Dia adalah Mama sang Pelabuhan Curahan Hati.

3. Gottfried Bertiyan (Kakak Sulung)

Kak Gott aatau biasa disebut Mas Gott sudah seperti kakak laki-laki sulung yang tidak pernah aku miliki. Dia sangat pengertian, terutama ketika sikap “moody” ku keluar dia senantiasa menjadi comforter yang sangat sabar. Bahkan ketika moodnya sedang buruk sekali pun. Dia juga menjadi pengingat bagi teman-teman yang lain walau terkadang sulit dibangunkan di pagi hari. Bisa dibilang dia adalah Kakak Sulung sang Comforter sejati.

4. Aulia Mufti Rahmawati (Kakak Ipar)

Kak Aul ini ceritanya adalah istri dari Mas Gott. Namun pada akhirnya dia selingkuh dengan Paman (simak selanjutnya). Kak Aul ini kompak dengan Mas Got namun ini versi perempuan yang terkadang super sekali bawel. Dia juga selalu perhatian ke setiap anggota keluarga kami, apalagi berkenaan dengan kesehatan. Dia adalah Kakak Ipar sang Pemerhati kami.

5. Yosep Sasada (Paman)

Nah, inilah pamanku! Kak Yosep ini adalah adik dari Ayah Rizal. Kelakuannya juga tidak beda jauh. Dia selalu menghibur orang-orang dengan tingkah lakunya yang menurutku bisa di deskripsikan dengan satu kata: EPIK. Rasanya seperti punya paman lagi, deh, Nus. Dia ini selaluu adaaa aja bahan candaannya. Fira benar-benar merasa seperti punya seorang om lagi. Dia adalah Paman sang Penghibur Lara.

6.Widi Kusumawardhani (Kakak kedua)

Inilah Kakak ter-ayu di keluarga kami. Biasa dipanggil “Mbacan” yang merupakan singkatan dari Mbak Cantik. Dia kakak yang terkalem di antara semua kakak perempuan di keluarga kami. Dia juga rajin mandi dan keramas dibandingkan yang lain. Kak Widi juga jadi salah satu model perempuan ayu yang selalu saya idamkan namun apa daya modal tidak ada 😀 Dia juga menginspirasi saya untuk jadi perempuan yang lebih tenang dan adem. Dia adalah Kakak Kedua si Ayu Sanget.

7. Fathinya Dzikraini (Kakak ke-3)

Kak Fathin ini sosok yang diam-diam tapi perhatian. Dia juga sering kali memendam rasa di kala dia sedih. Walaupun kakak yang satu ini lumayan aktif kesana-kemari, ternyata dia bisa jadi sosok yang tenang dan lembut. Aku juga tidak menyangka bahwa sosok yang terlihat kuat seperti dia ternyata memiliki sisi yang paling lembut sekalipun. Hanya saja kakakku yang satu ini agak sedikit “pedo” Hahahahaha. Maafkan aku Kak Fathin, tapi Fira masih serem 😀 Dia juga suka panggil Fira ‘bocil’ alias bocah cilik. Dia adalah Kakak-3 si Diam-Diam Lembut.

8. Arif Rosyidin (Kakak Ipar 2, suami Kak Widi)

Dia biasa dipanggil Ocid ketika di rumah. Ada juga yang sering memanggil dia “Perawan” sekedar panggilan olokan dari kami. Awalnya aku tidak suka sama orang ini karena sangat menyebalkan pada awal-awal kami tinggal serumah. Namun, ternyata Ocid tidak buruk seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Dia adalah salah satu inspirator ku ketika menghadapi anak-anak. Dia juga teman diskusi yang seru, apalagi celetukan-celetukannya yang sering menciptakan insight tersebdiri buatku. Dia adalah Ocid sang Inspirator Anak-anak.

9. Nurwidyawati Purnaningrum (Kakak ke-4)

Inilah Ratu Petakilan keluarga kami! Dia adalah Kakak ter-AKTIF dari semuanya. Walaupun wajahnya terkesan kalem dan menyejukan tapi tingkah laku kakakku yang satu ini luaar biasa bukan main. Entah sudah berapa kali dia jatuh di sawah atau di jalan. Energi kakakku ini rasanya tidak pernah habis. Namun, di sisi lain, aku senang karea suasana rumah selalu ramai dengan candaan-candaannya. Kalau Kak Wid sudah featuring dengan Ocid, beuh, apapun pasti ribut. Dia adalah Kak Wid sang Ratu Petakilan nomor 1 di Kampung Ciomas.

10. Dian Amelia (Kakak ke -5)

Sebenarnya aku sendiri bingung ingin mendeskripsikan Kak Dian seperti apa. Dia adalah orang yang paling random di keluarga kami. Namun dia mempunyai sesuatu yang unik. Dia mempunyai hobi yang sayang sekali tidak didukung dengan fitur yang dia miliki. Hobinya adalah menyanyi, namun ketika ia bernyani rasanya melodi-melodi lagu berloncatan kesana kemari. Walaupun begitu, dia ini teman baikku dan bisa diajak berbagi cerita. Terkadang ada beberaa tingkah lakunya dia juga yang sering membuatku tertawa dalam hati. Dia adalah Kak Dian sang Biduan Random kami.

11. Nurfitria Risqie W (Kakak ke -6, a.ka pengais bungsu)

Inilah Kak Pipit yang jadi pengais aku yang bungsu ini. Kak Pipit ternyata seru dan bijak banget. Sebelumnya Fira belum pernah tau sosok Kak Pipit yang tangguh dan kuat dalam menangani suatu hal dan perhatian terhadap semua orang. Pada awalnya Fira mengenal Kak Pipit yang cuek, tapi dia sangat perhatian sekali terutama aku ini adik bungsunya. Wkwkwk. Dia juga selalu jadi teman curhat aku di saat aku bosan, sedih, ataupun senang. Kadang kami juga sering meledek Ayah kalau tingkahnya sudah mulai kekanakkan ala Jebraw tapi KW 2. Dia adalah Kak Pipit sang Pengais Bungsu yang bijak.

This is my big family from Ciomas Village, Lebak Regency, Banten!

 

S_4810558324618

Hidup bersama kalian adalah suatu anugrah yang tidak bisa dibeli dimanapun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s