Berserak

Hai, Nus.

Aku ingin kamu tahu, bahwa aku merasa.. hidupku rasanya berserakan.

Mungkin menurutmu berlebihan, tetapi itulah yang aku rasakan sekarang. Rasanya rencana-rencanaku banyak yang tidak terpenuhi. To-do list ku banyak tidak tercoret karena selesai. Pada akhirnya aku menghabiskan waktu dengan aktivitas yang sebenarnya tidak begitu penting.

Lalu pada malamnya aku sulit tidur. Pening menyerang. Kantuk berkejaran walaupun kadang hanya semu. Tidurku tak pernah nyenyak. Segala sesuatunya aku impikan dalam bunga tidur. Membuat kepala semakin pening sehabis bangun.

Aku lelah sebelum berperang, Nus. Aku terlalu banyak bermain.

Tetapi banyak orang bilang bahwa aku harus banyak bermain. Maksudku, sudah saatnya aku keluar dari lingkaran hidupku ini yang begitu banyak struktur dan target.

Aku kalap.

Aku seperti kalah ronde pertama.

Aku ingin menemukan diriku lagi, Nus. Aku ingin bertemu lagi dengan diriku yang sempat hilang. Rasanya ada sesuatu yang merasuki diriku seperti jiwa baru yang megendap-endap kedalam dada.

Namun aku senang.

Aku sekarang tidak sama lagi.

Ironinya, aku sendirilah yang mengkhawatirkan perubahan itu. Baikkah ini? Atau semacam degradasi? Ah, tapi tidak juga.

Dan satu lagi, Nus. Rasanya aku ingin mencari teman. Atau menemukan teman. Kau temanku tentu saja, tetapi kali ini teman yang berbeda. Aku ingin menemukan teman dimana dengan dialah aku bisa menaruh jangkarku, dan merasa damai di dekatnya.

Aku masih mencari.

 

Tertanda,

 

Agen Kecilmu

yang rasa penasarannya bisa membunuh singa.

P.S: Nus, aku rindu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s