Di Kereta #FlashFiction

Aku memperhatikannya dari jauh. Iya, perempuan yang sedang duduk disebrangku.

Entah apa yang sedang ia baca, senyumnya terkulum manis. Entah malu atau senang.

Jadinya, aku pun ikut tersenyum.

Tidak seperti para komuter lainnya yang seolah tidak peduli dengan menggunakan earphone. Ia tampak pengertian dengan memberikan tempat duduknya kepada sorang ibu paruh baya.

Ah, lihat. Senyumnya masih ada di situ. Ia seperti mempunyai dunianya sendiri dalam gerbong kereta kami. Namun, tanpa acuh tak acuh terhadap penumpang yang lain. Merasa dipandang ia menoleh padaku. Senyum tipis tersiratnya buatku tak karuan.

Ia membetulkan kerudungnya dirasa ada yang salah karena dipandangi.

Tiba-tiba suara masinis mengumumkan kereta sudah berhenti pada stasiun. Gadis itu berkata permisi dan lenyap ditelan pintu.

Aku melirik gelang salibku yang longgar. Hampir saja jatuh.

—FlashFiction “Di Kereta”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s