Ku ketuk—Menunggu

Ku ketuk,

Tok tok—tok

Ku ketuk,

lapisan pengedap suara yang terlalu tebal,

membuatmu sulit digapai

 

Ku ketuk,

tiga kali—lagi

Sepi—Tak ada diksi

lihat gelombang  monoton itu

menunggu—

 

Lihat aku,

bukan—

dengar aku.

Izinkanku mengulitimu

hingga jantungmu,

yang menghentak: —dum—dum—dum

buatku luluh,

 

Ku ketuk,

Menunggu—

satu, dua, tiga,

tahun-tahun berlompatan—

Iklan

8 pemikiran pada “Ku ketuk—Menunggu

      1. Boleh. Memang hampir semua orang panggilnya begitu hehe

        Ngomong2 Arif Adnil, kamu laki-laki atau perempuan sih? Tumbenan saya sulit membedakan laki dan perempuan -_-

      2. Ahay, subjektivitas gender juga lahir dari tulisan kok. Maksud saya biar gampang buat panggilan akrabnya. Rasanya nggak enak aja kalau saya manggil mbak tetapi ternyata jenggotan atau manggil bro padahal orangnya feminim hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s