Perempuan, Percakapan, dan Kamu

Minggu lalu aku menghadiri kelas Sosiolinguistik dengan topik mengenai bahasa dan gender.

Para sosiolinguistik mengatakan bahwa perempuan adalah si subordinate ketika mereka melakukan percakapan dengan para pria.

Sontak aku mengerutkan keningku dalam. Tidak setuju.

Namun, aku ingat percakapanku denganmu.

Ketika kamu yang mendominasi.

Ketika aku diam, dan kau menertawakan.

Ketika aku bercakap banyak, namun kau memandangku seperti itu.

Lalu aku ciut.

Pada akhirnya aku mengakui inferioritas diriku terhadapmu.

Namun aku tetap tidak suka dengan fakta bahwa perempuan adalah “second sex.”

 

Tapi aku akan selalu ingat perkataan dosenku yang berkata, “Alasan mengapa Hawa diciptakan adalah karena Adam tidak bisa hidup sendirian.”

Lalu, akhirnya aku berkesimpulan bahwa kita.. perempuan dan laki-laki adalah dua hal yang komplementer. Seharusnya maskulinitas dan feminitas berada di garis yang setara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s