Arsip Bulanan: Februari 2017

Anak Ambis, Katanya?

“Anak Ambis!” pekik orang-orang bertaburan di kepalaku.

Ada satu kata dalam kamusku yang mengalami degradasi makna: Ambisius.

Ambisius pada dasarnya bermakna netral. Tidak ada konotasi apa pun pada kata itu awalnya. Namun, setelah menginjak bangku kuliah kata itu terkesan satirik. Bahkan begitu mengintimidasi di daun telinga. Memekakkan telinga ketika terlalu lama di dengar. Pada akhirnya buatku sedikit muak. Baik pada orang-orang yang menuduhku, dan parahnya diriku sendiri.

Jadi, di sinilah aku. Di ambang krisis identitas yang merasuk di tiap aliran darah sampai sinapsis di otak. Mencari-caro jati diri karena tidak terima oleh label yang begitu mengintimidasi hingga aku akhirnya hilang kepercayaan diri. Mungkin depresi hingga rasanya hanya ingin makan mie setiap hari.

Apa hubungannya? Aku tidak tahu. Karena segalanya tidak jelas dan mengabur seperti pandangan mataku dengan 1.5 dan 1.75 dioptri miopi.

Apa itu anak ambis? Lanjutkan membaca Anak Ambis, Katanya?

Apa Itu Aku? (Inspired by MRP)

seonggok daging berumur seperlima abad

dalam balutan epidermi yang bertanya

tentang eksistensi diri sang keparat—menyusup di

antara nadi yang bersilangan hingga

ke pati

 

apa?

apa itu aku?

ku tusuk-tusuktanya itu hingga

darah mengucur turun mengusik sinapsis saraf di sela

hasta dan karpal

 

molekul-molekul itu, mungkin hemoglobin

atau buku sketsa, sepeda, abakus canggih, dan warna hitam

 

Ah, itu aku.