Pahit Itu Yang Jujur

Aku tidak suka perkataan temanku malam itu,

“Kau ingin cepat terkenal.”

padahal, aku hanya ingin menulis

bukan ingin menjadi Anwar, Sapardi, atau Mansyur

padahal, kupercayakan dia baca larik-larikku.

padahal—

 

Tapi atas kejujurannya, aku beri dia standing ovation.

Iklan

2 pemikiran pada “Pahit Itu Yang Jujur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s