Arsip Bulanan: Agustus 2017

Tunggu Sebentar Lagi

​menunggu itu lebih keras dari batu

atau aspal jalan

dan pinggiran terotoar

satu per satu sepasang sepatu menggerutu

dan kita masih mematung diantara

bangku-bangku

sesekali kau mengeluh kenapa lama sekali

Aku hanya bisa menjawab: sebentar lagi barangkali

Godot akan datang sebentar lagi
A|A

Iklan

“Aku sudah di depan pintu,” katamu

pagi-pagi sekali aku
meleleh bersama doa di hari Rabu
bertanya mengapa dilahirkan hidup oleh Ibu
lalu kau tiba-tiba sudah ada di depan pintu
mengetuk lewat jari-jarimu

Aku sudah berjanji untuk kembalikan buku
Niatnya ada satu cerita yang ingin ku katakan padamu;
namun setelah kita bertemu, senduku hanya sambil lalu
aku pun tidak tahu mengapa begitu
senyum-senyum menyusul, tak jadi ceritaku

Namun, puisiku seperti baru.

​pagi ini aku lihat pamflet 

seorang ayah hilang

kabarnya beliau alzheimer ringan

ratusan komentar mulai bertebaran

tanya dan jawab bersahutan

tapi aku satu-satunya yang bilang:

Aku juga ingin Ayah hilang dan tak pernah pulang.
A|A