Terkadang, rindu itu masih ada di sela-sela malam sebelum lelap

Dan, aku tidak mengerti mengapa kamu mengirim pesan-pesan lewat berandamu

Kenapa sampai sekarang masih aku?

Aku tahu banyak perahu-perahu yang kau temui di sebrang sana, tapi mengapa?

 

Maaf, telah memberimu hukuman yang berat.

bukan kau saja, aku juga.

Karena kisah kita ini bukankah hukuman dari Tuhan?

Aku sering merasa radar itu ada lewat mimpi-mimpi kau sedang menangis entah di mana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s