Arsip Kategori: article

Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Melalui Pembelajaran Kreatif

 

 

oleh Shafira Linda

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

 

Remaja dan anak-anak adalah harapan sekaligus tunas bangsa untuk menjadikan negara kesatuan Republik Indonesia maju. Dalam tahap-tahap seperti ini, pembentukan kepribadian dan jati diri anak sedang berkembang. Menurut Dewi Masithoh dalam karya akhir yang berjudul Upaya Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Peserta Didik Dengan Unjuk Diri Menggunakan Media Pop Up Book, kepribadian, kemampuan bersosialisasi, dan kecerdasan bersumber dari rasa percaya diri. Minimnya rasa percaya diri pada anak akan menghambat perkembangan anak itu sendiri. Sebagai mahasiswa dari ilmu humaniora yang erat kaitannya dengan sastra dan budaya, saya percaya bahwa kepercayaan diri anak dapat ditingkatkan melalui pembelajaran kreatif dengan menyisipkan kesenian dalam pembelajaran.

Kampung Ciomas berlokasi di Desa Sindangsari, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Desa yang memiliki tujuh kampung ini mempunyai dua sekolah dasar negeri dan satu madrasah tsanawiyah swasta, yaitu SDN 01 dan 02 Sindangsari serta MTs Al-Muawanah. Mayoritas anak-anak dan remaja dari kampung Ciomas bersekolah di SDN 02 Sindangsari dan MTs Al-Muawanah. Lanjutkan membaca Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Melalui Pembelajaran Kreatif

Apa Itu Artinya Menjadi Perempuan?

Apakah perempuan itu?

Apakah hanya sebatas satu golongan dari jenis kelamin manusia?

Ataukah gender yang melekat kental di masyarakat?

Ataukah hanya sebatas kaum mayoritas yang menjadi minor dihadapan laki-laki?

Apa itu sebenarnya perempuan?

Lihat tanda tanya itu

Rasa penasaranku yang bisa membunuh.

 

Suatu hari aku terdiam di sudut halte bis. Melihat lalu lalang perempuan dan laki-laki bersamaan menyebrang jalan. Rindu sekali di saat aku dilihat sebagai seorang perempuan waktu yang lalu.

Ketika ku bercermin pada genangan air, aku hanya melihat seorang anak kecil dengan tas gendong besar yang bertubuh pendek. Aku mendengus ironis. Aku tidak melihat diriku sebagai perempuan di cermin itu. Pada faktanya, aku memang belum bisa menjadi seorang perempuan. Mengapa?

Karena aku masih bertanya-tanya, apakah perempuan itu? Lanjutkan membaca Apa Itu Artinya Menjadi Perempuan?

Penyempitan Makna Bahasa Kekinian (Manusia=Individualis)

Akhir-akhir ini fenomena penyempitan makna kerap terjadi terutama di kalangan remaja. Timbulnya bahasa slang baru nyatanya telah menyempitkan beberapa makna yang dulu belum disalah artikan. Aku rasa bahasa “kekinian” telah menghilangkan makna afektif yang terdapat dalam beberapa kata.

Contohnya saja istilah K.E.P.O yang muncul pada saat 2010 silam yang merupakan kepanjangan dari curious every particular object. Apa yang salah dengan rasa penasaran tinggi? Bukanlah Einstein bisa menemukan rumus E=mc2 karena rasa penasarannya yang tinggi? Mengapa rasa penasaran harus dibatasi?

Mungkin memang banyak orang yang berlebihan ingin mengetahui hidup orang atau semacamnya, tapi ketika kita ingin menanyakan kabar salah satu teman kita dan akhirnya mendapat respon “Kepo.” menurut saya tidak adil. Dari sudut pandang ini, makna kepedulian kepada teman secara tidak langsung “dituduh” menjadi sesuatu yang negatif. Perbedaan antara “mengurusi hidup orang” dan “peduli” menjadi tipis sekali. Lanjutkan membaca Penyempitan Makna Bahasa Kekinian (Manusia=Individualis)

Mengapa Ilmu Pengetahuan Dikatakan Berasal dari Barat?

Mengingat tentang Ilmu Pengetahuan, aku kembali mengingat pelajaran-pelajaran yang telah kuterima sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah. Entah kenapa, rasanya aku merasa tidak mempelajari apa-apa selama 12 tahun berada di sekolah formal. Terasa hampa otak ini mengingat-ingat pelajaran sekolah dasar dulu. Tapi aku masih ingat pelajaran-pelajaran sekolah menengah, terutama Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Alam. Aku juga nasih hapal beberapa tokoh seperti Montesquieu, Thomas Aquinas, Charles Darwin, dan Sigmund Freud. Tak kusangka tokoh-tokoh itu masih aku temui di bangku kuliah walaupun dengan catatan bahwa aku ini “anak sastra” Kok bisa?

Belajar filsafat .

Sejak aku ambil mata kuliah pengantar filsafat dan pemikiran modern, pandanganku tentang dunia berkembang dan wawasanku tentang ilmu pengetahuan itu sendiri pun meluas. Awalnya aku sempat parno, karena teman-temanku yang berada di jurusan filsafat mereka lama-lama menjadi agnostik (orang yang percaya bahwa keberadaan tuhan tidak bisa dijelaskan dengan akal, tapi mereka sangat berbeda dengan seorang atheis). Setelah menjalani perjalanan 1 semester, aku keasyikan belajar filsafat. Baca sejarahnya sampai tokoh-tokoh dan ideologi-ideologi yang dianut tokoh-tokoh itu. Sampai-sampai aku melupakan definisi dan hal-hal dasar sehingga nilai uts ku tidak memuaskan karena soal-soal yang keluar adalah soal-soal mendasar yang sayangnya aku lupakan.

Belajar filsafat juga membuatku mengenal sejarah dunia yang ku pelajari di mata kuliah sastra Inggris. Lagi, belajar filsafat sama sekali jauh dari ekspektasi burukku.

Semakin aku penasaran, akhirnya aku tahu mengapa hanya tokoh-tokoh Barat saja yang menghias buku pelajaran SD, SMP, SMA kita. Kita anggap sajalah bahwa ilmu pengetahuan mengenai filsafat, sains, pemerintahan, berasal dari Yunani. Lebih tepatnya lagi berkat Plato dan Aristoteles (mungkin Socrates tapi sayangnya Ia tidak menulis sejarahnya sendiri). Dua bapak filsuf itu menyumbang banyak sekali ilmu pengetahuan dengan tulisan-tulisannya. Di zaman Renaissance dan seterusnya (kebangkitan dan rindu kebudayaan Yunani) ide-ide dua bapak itu dipelajari kembali.

Setelah itu, lahirlah Thomas Aquinas yang “mengkristenkan” Aristoteles dan Plato. Mengapa? Karena ia ingin diterima oleh Gereja. Karena pada masa Dark Age atau kejayaannya gereja do zaman pertengahan segala ilmu pengetahun sangat diatir gereja. Descartes seorang filsuf kaya dengan slogan terkenalnya cogito ergo sum membaca kembali karya-karya Plato dan Aristoteles sehingga timbulah metode keraguannya yang terkenal. Dari situlah ilmuan-ilmuan Barat terkenal. Apalagi penemuan mesin cetak sangat membantu penyebaran sains meluas ke seluruh Eropa. Padahal jauh sebelum Thomas Aquinas, ilmuwan-ilmuwan Arab seperti Al-Farabi, Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, telah menerjemahkan karya-karya Yunani ke bahasa Arab dan mempelajarinya. Anehnya, Thomas Aquinas sendiri tidak pernah bisa membaca bahasa Yunani. Aquinas memang perlu di interogasi atas hal ini.

Mungkin tulisan ini memang bias, tapi saya ingin mengatakan bahwa ilmuwan-ilmuwan Islam lah yang lebih dahulu melestarikan karya-karya Yunani dan mengimplementasikan ilmu-ilmu yang secara rahasia “dicuri” oleh ilmuwan Barat.
Taukah kamu bahwa Al-Khawarizmi yang menciptakan aljabar? Taukah kamu kalau Al-Farabi menciptakan not balok untuk pertama kali?

Jawaban anda adalah buktinya.

Nyesel Masuk Sastra? Bego.

Sori, mungkin judul post di atas memang agak kasar. Tapi setelah gue mengendap disini, sang FIB UI tercinta, gue sadar bahwa gue gak pernah nyesel masuk sastra. Mungkin beberapa orang bilang ini cuma bualan belaka. Tapi engga lho. Justru orang-orang yang masih berpikir bahwa kuliah di sastra itu ga ada gunanya atau ga ada prospek bagus ke depannya.

Mungkin emang, kuliah di sastra gak selalu bikin lo kaya. Tetapi ya itu pilihan hidup, karena hakikatnya kebahagiaan bukan hanya soal duit. Contohnya tante gue, kuliah di ekonomi, merangkak dari bawah dulu emang, dan sampe akhirnya beliau jadi Key Account Manager di salah satu perusahaan multinasional di Indonesia. Gajinya? Jangan tanya, banyak  yang pasti. Tapi setiap orang punya kelemahan dan kekurangan. Gue dan keluarga gue mungkin gapunya pemasukan yang setinggi beliau, tapi gue sekeluarga masih sederhana dan bersyukur. Tapi kalo masalah kebahagiaan? Cuma gue dan Allah yang tau. Lanjutkan membaca Nyesel Masuk Sastra? Bego.

Di Satu Titik, disini.

Di satu titik aku sadar.

Dahulu, dahulu sekali ketika aku masih kelas 4 SD. Aku berbincang dengan Nenek Guru. Nenek dari Papaku yang dulunya seorang guru SD. Dia tanya ranking berapa aku di kelas. Ketika beliau tahu aku dalam urutan 3 Besar, beliau tersenyum. Lalu, beliau mengadakan ‘tes dadakan’ padaku. Dia menanyakan soal matematika, dan menyruhku membacakan surat-surat pendek.

Saat itu aku juga ditanya, “Fira mau jadi apa, nanti?” Tadinya aku ingin jawab “Dokter.” Tetapi, kata yang keluar dari mulutku adalah “Guru.”

Saat itu aku mulai semangat untuk menjadi “Ibu Guru”. Apalagi ketika masa-masa SMP, aku mendapatkan guru-guru yang luar biasa menginspirasi. Aku bulat untuk menajdi guru.

Seiring berjalannya waktu, aku pernah membenci guru. Ketika itu aku duduk di bangku SMA. Mungkin sekitar 3 tahun lalu. Aku melihat, guru-guru di SMA ku tidak ada yang menginspirasiku. Walaupun aku tidak pernah punya masalah serius dengan guru, aku tidak suka guru jaman sekarang. Mengejar sertifikasi demi uang. Yang lebih parah adalah sertifikat itu di gadaikan ke bank.

Memang itu hak masing-masing manusia. Tapi tugas seorang guru rasanya dinodai oleh kebanyakan guru sekarang yang hanya berfokus pada jam terbang saja.

Saat itu aku putuskan aku tidak ingin jadi guru.

Aku berhenti. Lanjutkan membaca Di Satu Titik, disini.

Gagal Ketemu Naya & Jebraw

Sejujurnya, sakit sih ngepost ini. Literally, pain. Tapi, Peter Van Houten bilang bahwa “Pain remains to be felt.” So, why don’t I write this such tiny pain?

Awalnya pada tanggal 23 Agustus, gue lagi iseng buka Instagram trus ada teasernya Naya sama Jebraw tentang Grand Launching Jalan2Men 2015. Gue ngefans dari jalan2men pertama kali ada. Waktu itu temen gue Tami yang ngasih tau gue ada acara yang super seru banget yang dikeluarin Males Banget dot com.

Gue sih udah tau MBDC pas kelas 10. Dulu, pas jaman-jaman jadi pengurus OSIS gue ‘disupply’ video MBDC sama temen gue yang rada absurd. Mulai dari Telemakita sampe video-video tentang tips aneh. Nah, mulai dari situ gue kenal MBDC. So, I’ve known MBDC for 4 years until now. I think, it’s not such a big think since I’m not BIG fan of MBDC. However, I still watch MBDC’s videos now and then.

Nah, balik lagi ke acara Grand Launching Jalan2Men 2015. Acaranya bertempat di Fx Sudirman lantai 7, yaitu di Cinemaxxnya. Gue langsung excited trus langsung ngisi form registrasi online. Trus, gue ajakin juga temen gue yang ngefans banget ama Naya & Jebraw. Awalnya bingung sih nanti dapet email konfirmasi atau engga, di instagram juga ada yang nanya tapi gak di respon sama adminnya. Gue jadi beranggapan, mungkin kalo udah regis kita pasti bisa masuk. Karena seumur gue hidup, gue belum pernah diusir dari suatu event cuma gara-gara hal sepele.

Pas tanggal 26 Agustus, gue dan temen gue berangkat dari Stasiun UI kira-kira jam 1 kuranglah. Well, ini agak konyol sih. Acaranya baru mulai jam 5 sore, tapi registrasinya udah mulai jam 3 sore. Yaudahlah kita cari aman dengan berangkat ‘pagi’. Kita turun di St.Sudirman, trus naik Busway jurusan blok M dan turun di halte Gelora Bung Karno. Tinggal jalan dikit dari GBK, nyampelah di Fx. Jam udah menunjukan jam setngah tiga tapi pas kita ke atas: SEPI. Lanjutkan membaca Gagal Ketemu Naya & Jebraw

Berobat di RS Al-Islam Pakai BPJS

BPJS tentunya sudah dipakai oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Walaupun berbagai macam kontroversi berkenaan BPJS, tiap harinya pendaftar BPJS masih banyak saja. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan menengah, BPJS sudah menjadi jaminan kesehatan yang di andalkan.

BPJS katanya haram?

Yakin?

Menurut hemat saya, BPJS lebih memberikan dampak positif daripada dampak negatifnya. Hal ini di alami oleh keluarga saya sendiri. Keluarga saya terhitung keluarga yang pas-pasan. Pas butuh, rejekinya ada. Alhamdulillah. Keluarga saya mengambil BPJS Kelas 3. Jangan diremehkan juga lho, walaupun kelas 3, fasilitas yang disediakan oleh pihak BPJS memuaskan juga.

8 bulan lalu Ibu saya mengalami Apendisitis alias Penyakit Usus Buntu. Setelah berobat ke Puskesmas dan ke klinik sana sini, semua dokter menyarankan Ibu untuk segera operasi. Awalnya kami bingung karena biaya operasi usus buntu cukup besar yaitu sekitar 10 juta kalau di totalkan dengan obat dan rawat inap. Ada pula yang menyarankan ke RS lain, tetapi biaya operasinya tidak ditanggung semua oleh BPJS. Akhirnya, tetangga kami memberitahu kalau di RS. Al-Islam menggratiskan operasi usus buntu bagi peserta BPJS. Segeralah saya dan Ibu saya meminta surat rujukan ke Faskes 1.

Lanjutkan membaca Berobat di RS Al-Islam Pakai BPJS

Ketika Aku Duduk di…

Ketika aku duduk di bangku SD,
aku senang bermain-main di sekitar rumah.
Masa kecilku habis seiring teman yang hilang dari peradaban

Ketika aku duduk di bangku SMP,
aku senang jalan-jalan sendirian.
Trotoar, toko buku, restoran makan cepat saji.
Waktu itu aku tak punya teman.

Ketika aku duduk di bangku SMA,
aku tidak senang jalan-jalan.
Tapi sesekali menemukan tempat istimewa dengan orang satu itu
Hujan, Sungai, Bukit
Berakhir di Taman

Sekarang, aku duduk di bangku universitas,
aku senang jalan-jalan sendiri lagi
Bogor, Depok, Jakarta
aku bukan tidak punya teman,
Hanya punya Tuhan

As long as I’m Happy

As long as I’m happy, it’s okay.

No matter how many tasks I have to do, no matter how a course is difficult. As long as I’m happy, I can do all of this.. which people called, mess. I don’t think that college life is really a mess. I think, it’s something fun that we can do just for once in ourlife.

Well, it’s not easy, by the way. A lot of tasks, a lot of activity such as organization or some events in our faculty, a lot of friends that annoy us, and many more. If we are happy, we will face all of that mess.

Tired.

Ofcourse, everybody is tired. And time management is really needed in this kind of situation–being a new student college.  We only have 24 hours each day, so it’s quite.. not hard but, it’s needed a good skill to manage our time.

And… this is my third week in my college life. My worst experience is not allowed to enter the class. Dasar-dasar lingusitik class. It’s because.. I’m a little bit late and the chair in the class already full. I’m never ever ever feel like that before. Honestly, that’s shocked me a bit. Fortunately, my friends make me calm and treat me so well. :”)

Oh, I almost forgot. I’m also participate in Petang Kreatif event. Petang Kreatif is theatre competition between all of major in Faculty of Humanity. I’m registered myself as actor, but it’s gonna be an audition for that. I hope I’m pass it. Aamiin..

Next week there will be  some quiz, by the way. Wish me luck guys!