Arsip Kategori: Poem

Poetry Gram Issue #2

Akhirnya! Poetry Gram Issue #2 dirilis!
Silahkan mampir di Instagram @lindashafira dan intip storynya. Berikut sneakpeeknya!

Iklan

Debat Martabak

Sore itu kita berteriak sampai serak

di pelataran jalan ketika menunggu martabak masak

mungkin kala itu adalah adegan kocak

hingga aku ingin terbahak

sampai sesak

 

percakapan bahasa Inggris kita jadi tontonan anak-anak

mereka megap-megap sambil mendongak

 

di antara sengitnya kita berdebat

entah kenapa hatiku semarak

walau ku terduduk di kursi belakang, dalam diam

hatiku mencak-mencak!

 

N.B: Tolonglah berhenti jadi Dilanku yang baru.

Aku mungkin bukan Milea, tapi satu Dilan saja sudah cukup buatku sendu.

“Aku sudah di depan pintu,” katamu

pagi-pagi sekali aku
meleleh bersama doa di hari Rabu
bertanya mengapa dilahirkan hidup oleh Ibu
lalu kau tiba-tiba sudah ada di depan pintu
mengetuk lewat jari-jarimu

Aku sudah berjanji untuk kembalikan buku
Niatnya ada satu cerita yang ingin ku katakan padamu;
namun setelah kita bertemu, senduku hanya sambil lalu
aku pun tidak tahu mengapa begitu
senyum-senyum menyusul, tak jadi ceritaku

Namun, puisiku seperti baru.

​pagi ini aku lihat pamflet 

seorang ayah hilang

kabarnya beliau alzheimer ringan

ratusan komentar mulai bertebaran

tanya dan jawab bersahutan

tapi aku satu-satunya yang bilang:

Aku juga ingin Ayah hilang dan tak pernah pulang.
A|A

Satu, Dua Masa di Hidup Kita

selalu ada masa di mana kita lupa tentang

diri sendiri.

Kita kerap bertanya siapa aku sampai palu berhenti memalu

dan terkadang kita ragu akan keberadaan diri

di tengah dunia. Dan mengapa-mengapa terus

menggedor atas tanya itu 

hingga kita ingin tidur, tanpa bangun, 

dan segalanya pasti baik-baik saja.

 

Selalu ada masa di mana semesta tampak

membenci kita. Segalanya terlihat musuh di antara

masa lampau dan masa depan lalu kita

mulai mengumpat keparat.Padahal,

semesta hanya memberi soal apakah kita setangguh yang Ia kira atau malah

sosok payah yang hanya berisi darah?