Arsip Kategori: shortstory

Di Kereta #FlashFiction

Aku memperhatikannya dari jauh. Iya, perempuan yang sedang duduk disebrangku.

Entah apa yang sedang ia baca, senyumnya terkulum manis. Entah malu atau senang.

Jadinya, aku pun ikut tersenyum.

Tidak seperti para komuter lainnya yang seolah tidak peduli dengan menggunakan earphone. Ia tampak pengertian dengan memberikan tempat duduknya kepada sorang ibu paruh baya.

Ah, lihat. Senyumnya masih ada di situ. Ia seperti mempunyai dunianya sendiri dalam gerbong kereta kami. Namun, tanpa acuh tak acuh terhadap penumpang yang lain. Merasa dipandang ia menoleh padaku. Senyum tipis tersiratnya buatku tak karuan.

Ia membetulkan kerudungnya dirasa ada yang salah karena dipandangi.

Tiba-tiba suara masinis mengumumkan kereta sudah berhenti pada stasiun. Gadis itu berkata permisi dan lenyap ditelan pintu.

Aku melirik gelang salibku yang longgar. Hampir saja jatuh.

—FlashFiction “Di Kereta”

Postponed Confession #1

I don’t know when or why, this feeling grew unconsciously. It just happened. Nevertheless, I knew that you were in to her. Your beautiful darling.

I dreamed about you several months ago, it almost a year. Strange dreams that you were hold my hands tightly. Even we haven’t know each other, even I don’t have something for you ath the beginning the dreams was like an omen. Maybe..

I can still remember how your warm and soft your palm is. I still remember, all to well. It drives me crazy. It’s just only dream. What did I expect from dream?! How can you imagine!

<sigh>

We fight a lot. ‘Fight’ that always makes me smile. And I don’t know there’s something beneath your eyes. It makes me relax and calm. Maybe it is peace.

Maybe you don’t know how I care about you,but it’s fine. That’s my point, instead.

However, I’m glad. The day when you lend me your earphone is unforgettable for me.

Merci.

“Hello~ Anybody has earphones? Can I borrow??”

….

“Hello?”

….

*sit down and sighed*

“Here,”

*astonished*

“What?”

“You said, you wannna borrow earphones?”

BLACK OUT

Perahu Arif Adnil

Arif tidak sadar ia tengah membuat origami perahu kertas. Menunggu hujan reda membuatnya penat sesaat. Lalu, salah satu temannya memanggil.
“Arif!”

Arif menoleh, senyumnya tiba-tiba mengembang. Orang itu berdiri di samping Arif, menghadap ke arah yang sama.

Arif memandang seseorang itu lama, sampai orang itu bersuara. “Perahu kertas, ya?” Arif melirik benda yang ada di tangan kanannya lalu mengangguk.

“Jangan pernah berikan itu padaku, ya?” Nadanya tidak terdengar seperti orang yang terlalu percaya diri, tetapi lebih terdengar seperti permohonan. Alis Arif terangkat ketika orang itu tersenyum pahit.

“Dulu, seseorang memberikanku origami perahu kertas. Tak lama, ia menghilang, pergi entah kemana.”

ROTASI (Poem Prologue)

Dari terang ke gelap

Pun kata habis gelap terbit terang,

ini gelap.

Dari barat ke timur,

ini barat.

Tenggelam di tengah lumpur nista

Aku? Kemanakah langkah akan berpulang?

Satu tetes demi tetes tangisan langit menyentuh kulit virulenku

Meresap, seolah ku haus,

Lalu hitam yang ada, bukan pelangi.

Hidup.. sesingkat ini?

—lalu terbuang.

Ketika hari ini, inilah aku

Hari ini, merupakan hari yang spesial. Everyday is special actually.Tapi, kali ini aku merasakan sesuatu magis yang terjadi dalam kehidupanku. Kini.. perjuangan itu terbayar sudah. Tapi bukan berarti kini aku berhenti berjuang. Justru, ini adalah awal. Awal dari perjalanan sebuah gadis pemimpi yang selalu nekat.

Hari ini, memakai pakaian putih-putih berbalut Jaket Kuning khas Universitas Indonesia, hatiku sangat berbahagia. Inilah.. aku. Aku yang realistis dalam bermimpi. Walaupun aku tahu, terwujudnya mimpi bukan berarti mendapatkan apa yang kita impikan-impikan sebelumnya. Tetapi.. bagaimana kita mendapatkan sesuatu yang terbaik bagi diri kita.

Tapi, aku masih bermimpi.

Berhenti untuk bermimpi? Itu bukan diriku. Karena diriku ini gadis pemimpi yang selalu nekat. Usaha, doa, dan kemauan. Hanya itu modalku.

Dan, ini sama sekali belum cukup. Tapi aku harus tetap bersyukur. Aku bersyukur kepada Allah SWT, yang senantiasa berada dekat dalam hati. Mengalir dalam setiap pergerakan tubuhku. Engkau tiada tertandingi.

Masih ada waktu perjuangan untuk 3,5 tahun kedepan. Berkarya, Mengabdi, dan Berprestasi. Untukmu mimpi, aku tahu kau masih di depan sana di jarak yang tak terpandang. Tapi aku yakin, kau selalu menungguku tuk ada disana.

 

And,Mom.. please, you have to see my succeed.

 

Second Day OBM

Second day?
You kidding me, it’s quite thrilling!!
This is first time I felt sooo happu when learning. Especially in IT.

Yup, I learn about IT in my university. UI has many website that we(student) can access many apps depend on what we need. For example, if we want to know about our schedule and IP or IPK we can access SIAK NG. It’s like information system of UI. We can choose our subject’s lecture and the lecturer too. If we start new semester, we called it SIAK WAR. War? Yes, it’s big competition to get the good class in campus.

Also, We have Upload UI. You can upload file(maximal size 5 gb) and send to your email. You can send such as video, documents, presentation file, aaandd many more! This is perfect for me :’)

And UI has e-learning which  we call SCeLE (with little ‘e’). It’s kind of web that we can discuss something and access another information.

Today, we have games in class.I’ts quite fun! Many friends again, many laugh, many silly things. Hahaha.

Ummm.. actually there’s more that I could explain, but.. this headache is really make me sick. So, see you in next post, Pal!
Again.. can’t wait for third day~

First Day OBM

Today is freakin’ exciting daay!! First day OBM, (orientasi belajar mahasiswa) was really motivated me about ‘teamworks’. Many new knowledge, new friends, new lecturer. That’s nice compilation, right?

I’d learn Collaborative Learning. It’s like peer group learning which we cal it JIGSAW. The purpose of Jigsaw is to make us wholly understand about the topic that we discussed. It’s simple methods. First, we make a Focus Group. In focus group we discuss about 1 subtopic in the main topic. After we read the book and discussing it. We move to Home Group. Home group is collaboration from every member another focus group. In this group we talk about subtopic one by one. Then we reach to “wholly understand”.

It’s feel amazing when I talk with my group. It’s kind of make friends in intellectual way. Hahaha. Especially in home group we discuss with full of english. Nice experience for me. And.. can’t wait for second day~
Hope everything is better.

Lika-liku Setelah Lulus SMA

Tuhan akan selalu memberikan pilihan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Ya, kurasa itu memang benar. Setelah 3 tahun mengenyam mas SMA aku pun dinyatakan lulus. Dan harapanku untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri adalah hanya melalui jalur SNMPTN Undangan. Aku begitu optimis untuk masuk PTN yan ketika itu aku pilih Psikologi dan Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran. Mengapa aku sebegitu optimis? Karena aku yakin nilai raporku termasuk nilai yang stabil dan  baik karena di iming-imingi peringkatku yang tidak pernah turun dari 2 besar. Begitu sombongnya aku!
Dan pada saat aku membuka pengumuman dengan tangan gemetar setengah mati, seketika badanku lemas selemas-lemasnya melihat tulisan “Maaf anda dinyatakan tidak lulus.”. Rasanya ada pisau yang menusukku. Dan.. bukan hanyan menusukku saja, tapi menusuk harapan keluarga kecilku dan keluarga besarku. Aku rela, hanya aku satu-satunya yang kecewa saat peristiwa itu tapi kenyataan berkata lain.
Setelah menangis, begitu sedihnya saat itu, otakku berpikir keras bagaimana caranya agar aku bisa masuk ke PTN. Dengan apapun cara yang halal yang bisa kulakukan, aku akan kulakukan, pikirku saat itu. Maka.. aku mendaftar 3 tes sekaligus. Yaitu, SBMPTN, USM STAN, dan SIMAK UI. Bermodalkan nekat, aku mencobanya. Segala macam try out aku ikuti entah itu TO SBMPTN, Polban, dan Poltekkes.
Lanjutkan membaca Lika-liku Setelah Lulus SMA

Embun dan Pagi

embun

Pada akhirnya embun selalu jatuh ke bumi atau tidak. Embun tidak pernahberarti di pagi hari. Dikalahkan oleh sinar matahari yang sebentar lagi akanmembawanya ke angkasa. Embun selalu hadir, setia menunggu pagi datang untukkembali lagi hadir walaupun tak ada yang menyadari. Betapa eloknya ia. Karena embunhanyalah embun. Tidak berarti apa-apa.

Pagi.. apakah kau menyadari aku ada? Lanjutkan membaca Embun dan Pagi