Arsip Kategori: Surat

Kepada Calon Suamiku

(Wah, mungkin terdengar cheesy ya. Tapi tak apalah. Ini tulisan tengah malam ditengah-tengah tugas membaca. Hitung-hitung membuat time-capsule digital.)

Halo, Mas, siapapun engkau di luar sana. Aku tidak tahu kalau aku akan menikah, tapi, setidaknya aku buat tulisan ini kalau aku sudah bertemu denganmu dan bisa memperlihatkannya kepadamu langsung pada tahun dimana kita sudah bersama.

Entah, kenapa malam ini rasanya terpikirkan olehku dimana kamu sedang berada di sebelahku yang terlelap di malam hari. Seolah kamu membaca pesan ini diam-diam karena tak ingin ekspresimu dilihat. Entah karena malu atau apa.

Pepatah bilang, “Lelaki yang baik untuk  perempuan yang baik,” dan begitu sebaliknya. Aku tidak tahu aku perempuan yang baik atau tidak, Mas. Saat ini umurku masih 20 tahun dan masih penuh dengan ketidakdewasaan, terutama dalam berpikir. Tapi, aku harap, diriku yang sedang bersamamu itu bukan pilihan yang salah buatmu. Ia bukan terpaksa kau pilih, tapi karena memang pilihanmu yang tepat. Terimakasih sudah menerima diriku. Karena aku tahu secara fisik aku sama sekali bukan apa-apa dibandingkan wanita-wanita lain diluar sana dengan badan semampai dan wajah rupawan. Lanjutkan membaca Kepada Calon Suamiku

Surat untuk Kugy (Agen Neptunus Yang Katanya Sudah Pensiun)

Dear Kugy Karmachameleon,

Tadi malam sahabatku memintaku untuk menulis surat padamu. Semalam, ia menonton film tentangmu, Gy. Katanya, ia kangen jadi agen Neptunus lagi. Dia bilang dia sudah menulis surat pada Neptunus kalau dia sudah pensiun jadi agen Neptunus sejak lama. Tentu saja aku tidak tahu, aku Cuma menyampaikan saja.

Kembali, ia menemukan sisa-sia perahu kertas yang tidak ia hanyutkan. Lucu membacanya. Seperti anak kecil, polos, dan bebas kata-kata di surat itu terdengar. Dia ingat, ketika menulis dengan spidol berwarna berbeda yang menentukan suasana hatinya ketika menulis perahu kertas itu. Tidak ada tanggal atau tahun atau bulan atau hari. Ia juga lupa kapan menuliskan surat-surat itu. Entah satu tahun lalu atau dua tahun lalu. Masa-masa confetti katanya. Dulu, hidupnya seperti confetti yang beragam warna. Mulai dari warna gelap sampai terang, rasanya berjalan begitu cepat. Lanjutkan membaca Surat untuk Kugy (Agen Neptunus Yang Katanya Sudah Pensiun)