Arsip Tag: article

Goresan Gadis yang Sedang Sok Tahu

Akhir-akhir ini aku sering memperhatikan orang-orang. Mengamati mengapa mereka bisa melakukan ini itu dari hal yang terburuk sampai yang terbaik. Kadang aku terkagum, terkejut, tersenyum, tapi lebih sering terheran karenanya.

Terkadang manusia sering merasa dirinya benar. Selalu merasa dirinya benar dan seolah argumentasi ialah yang paling benar. Manusia biasanya mengumpulkan argumentasi-argumentasi banyak orang demi membela persepsi yang mereka miliki. Atau ada saja mereka yang bersikukuh dengan argumentasinya tanpa menilik ulang terlebih dahulu, dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Egoisme yang kental dalam diri mereka. Sedikit sekali yang terbuka pikirannya dan memandang persepsi orang lain dengan baik. Tapi masih ada. Masih ada mereka yang mau mendengarkan dan berempati tanpa pamrih.

Pernahkan kamu merasakan itu? Merasa dirimu ‘seolah’ tidak bersalah padahal keadaan mengatakan sebaliknya. Aku hanya sering memperhatikan bahwa manusia mempunyai dua mata dan dua telinga bukan semata-mata karena begitu. Tetapi manusia seharusnya melihat problematika tidak dari satu perspektif saja. Setidaknya dua. Perspektif diri kita sendiri dan orang lain.

Aku masih tidak mengerti mengapa manusia, termasuk saya sendiri, terlalu mementingkan dirinya sendiri. Mencari-cari alasan ketika disalahkan. Tidak terima atas perlakuan orang lain yang buruk. Kurang puas dengan apa yang telah mereka dapatkan. Dan..hal-hal yang destruktif lainnya.

Aku menulis ini bukan aku merasa benar atau apa. Aku hanya ingin mencurahkan perasaanku bahwa terkadang manusia itu mempunyai banyak kelemahan. Memang, setiap manusia mempunyai kelemahan dan kelebihan. Itu tergantung diri mereka sendiri, bagaimana bisa mengutamakan kelebihan mereka dibandingkan kekurangannya. Sampai saat ini pun aku masih belajar tentang hal itu. Apa yang manusia butuhkan untuk membuktikan dirinya ya?

Fokus?

Mungkin.

Yang jelas, dari pengamatanku selama ini.. manusia sering sekali tidak bersyukur. Aku pun seperti itu. Mereka mempersulit diri mereka sendiri untuk hidup. Yah, membicarakan manusia memang tidak ada habisnya. Karena apa?

Karena manusia adalah paradoks bagi dirinya sendiri.

-Gadis yang Sedang Sok Tahu-

Mereka berdua akan pergi. Sebentar lagi.. hanya menunggu waktu saja. Lalu semuanya akan menguap begitu saja. Memori yang telah di bentuk hanyalah memori kosong belaka. Tak berarti apa-apa.

Terbang sendirian memang lebih menyenangkan. Begitu bebas tanpa batas. Resikonya tentu saja.. kesepian. Ketika kita di masa itu butir-butir mimpi terpaut. Namanya mimpi, bukan? Kurasa.. Itu semu.
Terkadang, jika kita bermimpi kita harus tau padanan kita sampai sejauh mana.

Terkadang, dibuat kecewa oleh diri sendiri lebih miris dibandingkan oleh orang lain.

Akhir-akhir ini tidurku sering tidak nyenyak, dan di iringi mimpi-mimpi aneh yang mengganggu benak. Aku harap, dua orang itu tidak merasakan apa yang aku rasakan. Semoga saja..

Ya, aku tahu realitanya. Karena mereka sebentar lagi pergi, aku harus melepaskan mereka terlebih dahulu bukan?