Arsip Bulanan: Februari 2013

Hari ini.. semuanya begitu rapi. *sigh* Astaga.. aku pernah mengalami hari yang lebih baik tapi kenapa aku senang sekali hari ini?! ^o^

Sebenarnya hari ini seperti biasa saja. Rutinitas ke sekolah, mengikuti KBM, bercanda dengan teman-teman yang lain. Semuanya sangat biasa kan? Tapi, sialnya entah kenapa dua orang itu selalu bisa membuat senyumku mengembang. Sial.. Siaaal~

Ahh, tapi.. mungkin seharusnya aku bersyukur. Warna hidup yang kemarin hilang, perlahan kasat lagi. Benarkah? Lihat saja nanti, hehe.

Oiya, ada satu temanku yang tidak menyebalkan lagi. Mungkin emotion cris4s kami sudah pulih. Daan, pms nya juga sudah pulih (?) *walaupun dia cowo >.<*

Latihan angklung hari ini benar-benaaaar menyenangkan. Saat kuliah nanti, aku sangat ingin melanjutkan kegiatan ini. Itu pun kalau di universitasku nanti ada ukm yang seperti ini. Semoga sajaa, AMIIN..

Dan, astagaa.. Langit hari ini indah sekali. Lain kali, aku akan memotret macam-macam langit.

Dan, dalam waktu 7 atau 10 tahun kedepan. Aku akan memotret langit yang sama di sebrang nun jauh di sana dari tanah tercinta ini. Doakan, readers!

Salam!

Iklan

Hello! Actually this poetry had been finished 2 days ago. But, I hesitated to post this. And, finally.. Tadaa! Enjoy it guys
~

I was a foughter
Against the deep ocean with rustling wave

I was a foughter
Break the dark skies to find a slight of the light

I was a foughter
I fought my shame, yours, anyway

I was a foughter
In a cold war of spirit own

I was a foughter
Fought the mistake, of different space

I was a foughter
Against the universe’s law, only to find love, be loved

I was a foughter
Hold what i was tore, despite it has drown

In the last, I was a dreamer
I dreamed for fight
I dreamed for in vain

*It’ll be a pleasure if you want to give comment ’bout this*

adios!

Benar-benar menyenangkan. Sangat malah! Astaga.. gue ga nyangka bisa se-happy ini.

Saya (kayanya pake ‘gue’ terkesan terlalu gaul *plaak) gak tau harus bilang apa, pokonya Alhamdulillah hirobbilalamiiin~~ ya Allah. Ternyata, jalan yang saya pilih tidak salah. Bahkan, ini semua lebih lebih baik. At least.. even I can’t feel how the meaning of HAPPY anymore. But, it absolutely delighted me, buddy!

Aku (kayanya kalo pake saya terlalu berwibawa #dialungsendal) gak peduli orang mau bilang apa, yang penting..yang pentiing..*sepertinya tidak usah dilanjutkan*
Hal yang berkesan hari ini adalah bisa akrab sama temen-temen kelas, adik kelas, kakak kelas, aah~ banyaaak. Dan sebelnya masa di panggil ‘Ababil’ sama Kak ‘N’ cobaaa -.- uuu~ nyebelin banget banget banget. Masa cuma gara-gara kacamata di keatasin jadi disebut ababil. Yaa aku akui bahwa aku masih labil siih~ tapi kak N pokonya nyebeeliiin! *sifat aslinya keluar*

Akhirnya, semangat 45 waktu kelas 10 ada lagi. Lebih besar malah! Yaah sayangnya gak di dukung dengan fisik yang kuat. Bahkan kadang aku suka nanya sama diri sendiri, “Kenapa Shafira Linda jadi lemah kaya gini?”. Dan kau tahu teman-teman? Berat badanku naik 1 kg! Dan harus bisa mencapai 42 kg lagi, increpo(semangat: b.Latin) !

Oiya, ada satu hal yang buat sedih juga siih.. Papa sekarang ga percaya lagi. Entah sampai kapan, perasaan seperti itu melekat di hati Papa.

Sebenernya, masih ada yang aku bingungin. Satu setengah lagi aku mau milih fakultas mana? Jurusan mana? Waktunya mepet sekali!
Tolong bantuu

Hey, kamu para kepoers blog gajelas ini. Saya ingin berbagi sesuatu.

Yup. Seketika semuanya meredup dan tak menawan lagi. Itu judul untuk hari ini. Tapi tenaang.. ada cerita dibalik cerita bukan?

Hari ini, entah kenapa semangat belajar dan membaca begitu meningkat. Sangat kontras dengan hari kemarin yang.. mm, membosankan. Jujur saja hari ini penuh dengan tawa. Tapi bukan tawa yang ditawa-tawa kan lagi. Dan senyum selalu mengembang ketika Kak “N” berbicara sesuatu.

Hari ini kami menonton video bersama. Dan videonya sangat-sangat menggugahku tentang kelangsungan bumi ini. Ada beberapa tetes air yang turun karena begitu prihatinnya atas informasi-informasi kerusakan alam di bumi kita tercinta ini.

Aku bahagia hari ini? Tentu saja. Apalagi dilanjutkan dengan latihan upacara bisu yang sangat asik menurutku. Tapi seketika kebahagiaan itu hilang.. Menguap. Dan dada ini selalu tak karuan.

Kau tahu kan?

–di riuhnya jalan pulang, tepat 15.00–

Hey, kamu para kepoers blog gajelas ini. Saya ingin berbagi sesuatu.

Yup. Seketika semuanya meredup dan tak menawan lagi. Itu judul untuk hari ini. Tapi tenaang.. ada cerita dibalik cerita bukan?

Hari ini, entah kenapa semangat belajar dan membaca begitu meningkat. Sangat kontras dengan hari kemarin yang.. mm, membosankan. Jujur saja hari ini penuh dengan tawa. Tapi bukan tawa yang ditawa-tawa kan lagi. Dan senyum selalu mengembang ketika Kak “N” berbicara sesuatu.

Hari ini kami menonton video bersama. Dan videonya sangat-sangat menggugahku tentang kelangsungan bumi ini. Ada beberapa tetes air yang turun karena begitu prihatinnya atas informasi-informasi kerusakan alam di bumi kita tercinta ini.

Aku bahagia hari ini? Tentu saja. Apalagi dilanjutkan dengan latihan upacara bisu yang sangat asik menurutku. Tapi seketika kebahagiaan itu hilang.. Menguap. Dan dada ini selalu tak karuan.

Kau tahu kan?

–di riuhnya jalan pulang, tepat 15.00–

Release me.
For my happiness till i’ll die in unknown time.

Release me.
I wasn’t strong enough to be in your arms.

Release me.
You was holding too tight.

Release me.
I’m dying now.

Release me.
The wonderful dream became a horrible nightmare.

Release me.
You narow me, despite you feeling not.

Release me.
The fear in my mind still stuck.

Release me.
I wanna be free, like in the sky.

Release me.
For my happiness till i’ll die in unknown time.

– when the sky lighten, i was impressed –

Terserah. Padahal saya sudah berusaha untuk berjuang. Terserah. Padahal rasanya saya telah memenuhi keinginan kalian. Terserah. Aku tidak perlu dibanggakan. Terserah. Yang pasti jangan rusak mimpiku lagi. Terserah. Aku memang pantas untuk berjuang sendirian. Terserah. Karena aku sudah lelah.

Biarlah. Biar aku simpan semua luka dan peri tentang hidup. Biarlah. Biar kugapai masa depanku dengan cara tersendiri. Biarlah. Biar kalian puas melihatku menjadi palsu, bukan diri sendiri. Biarlah. Sejujurnya kalian yang membuatku seperti ini, lalu kenapa menyalahkanku? Tidakkah artinya sama dengan menyalahkan diri sendiri?

Buanglah. Buanglah harapan-harapan yang kalian berikan jika itu semu. Buanglah. Buang saja aku?

Sejujurnya, diri ini sangat berusaha dengan keras untuk membahagiakan kalian kelak. Tapi teruslah kalian taruh pesimistis dan elegi tentang hidup. Terkadang bara spirit itu kian meredup. Dan sampai saat ini aku tidak akan membiarkannya mati.

Kalau kalian benci pun tak apa. Karena sejujurnya, aku tidak patut dicintai.

Love u Mom Dad.

-silam jera-

Terserah. Padahal saya sudah berusaha untuk berjuang. Terserah. Padahal rasanya saya telah memenuhi keinginan kalian. Terserah. Aku tidak perlu dibanggakan. Terserah. Yang pasti jangan rusak mimpiku lagi. Terserah. Aku memang pantas untuk berjuang sendirian. Terserah. Karena aku sudah lelah.

Biarlah. Biar aku simpan semua luka dan peri tentang hidup. Biarlah. Biar kugapai masa depanku dengan cara tersendiri. Biarlah. Biar kalian puas melihatku menjadi palsu, bukan diri sendiri. Biarlah. Sejujurnya kalian yang membuatku seperti ini, lalu kenapa menyalahkanku? Tidakkah artinya sama dengan menyalahkan diri sendiri?

Buanglah. Buanglah harapan-harapan yang kalian berikan jika itu semu. Buanglah. Buang saja aku?

Sejujurnya, diri ini sangat berusaha dengan keras untuk membahagiakan kalian kelak. Tapi teruslah kalian taruh pesimistis dan elegi tentang hidup. Terkadang bara spirit itu kian meredup. Dan sampai saat ini aku tidak akan membiarkannya mati.

Kalau kalian benci pun tak apa. Karena sejujurnya, aku tidak patut dicintai.

Love u Mom Dad.

-silam jera-

Saat berjumpa dan kau
menyapa
Indah parasmu hangatkan
suasana
Buatku tak percaya, mimpi
indahku jadi nyata

Saat sendiri jalani hari
Bayang-bayangmu selalu
menghampiri
Dan aku pun mengerti apa
maunya hati ini
Namun tiba-tiba kau ada yang
punya
Hati ini terluka
Sungguh ku kecewa, ingin ku
berkata

Kasih maaf bila aku jatuh cinta
Maaf bila saja ku suka
Saat kau ada yang punya
Haruskah ku pendam rasa ini
saja
Ataukah ku teruskan saja
Hingga kau meninggalkannya
dan kita bersama

Namun tiba-tiba kau ada yang
punya
Hati ini terluka (terluka)
Sungguh ku kecewa
(sungguh ku kecewa) ingin ku
berkata

Kasih maaf bila aku jatuh cinta
Maaf bila saja ku suka
Saat kau ada yang punya
Haruskah ku pendam rasa ini
saja
Ataukah ku teruskan saja
Hingga kau meninggalkannya
dan kita bersama

Akankah ada kesempatan
untuk diriku menyatakan
Rasa yang selama ini ada

Kasih maaf bila aku jatuh cinta
(maaf bila kau jatuh cinta)
Maaf bila saja ku suka (maaf
bila saja kau suka)
Saat kau ada yang punya
Haruskah ku pendam rasa ini
saja
Ataukah ku teruskan saja
Hingga kau meninggalkannya
dan kita bersama

Kasih maaf bila aku jatuh cinta
Maaf bila saja ku suka
Saat kau ada yang punya
Haruskah ku pendam rasa ini
saja
Ataukah ku teruskan saja
Hingga kau meninggalkannya
dan kita bersama

Malam ini, adalah awal. Semoga hari esok adalah hari terbaik sedunia. Dan esoknya, esoknya lagi, lalu esoknya lagi, aku akan tersenyum. Tenang saja, memori kita tetap tersimpan di peti yang paling dalam. Supaya terjaga dan tak pernah hilang.

Batin ini tidak ingin merasakan lagi. Jadi, begini saja cukup. Mungkin nanti memang ada waktunya menangis. Tapi biar sajalah. Toh waktunya pasti kan datang, kok.

We have to go ON! Right? So keen in going. You’ll be meet someone–the special one. Really. Trust!

”Hidupmu indah bila kau tahu, jalan mana yang benar. Harapan ada.. Harapan ada. Bila kau percaya.”

For me, it is the true path. So, enjoying life! Tanpa kau atau dengan kau hidup ini terus berlanjut. Berjanjilah, kau juga begitu.

Aurevoir~~