Arsip Bulanan: Oktober 2015

Hari-hari berganti

Hari-hari berganti. Rasanya waktuku semakin menipis. Aku masih duduk di bangku ini. Melihat orang-orang yang perlahan pergi. Kapankah aku pergi? Bekal yang kubuat belum penuh tuk memenuhi kepergianku nanti.

Hari-hari berganti. Menulis membuatku pusing. Sesuatu yang pernah kucintai tapi sekarang mati. Tidak mati. Hanya ku benci. Aku ingin pergi. Aku ingin pergi.

Dalam doa setiap pagi yang kusisipkan dalam hati, ya Tuhan kapankah ku pergi? Ku merasa bodoh, tak punya apapun tuk di genggam. Ku malas. Ku resah. Terdistraksi oleh budaya sosialisme yang sedang gempar akhir-akhir ini. Padahal hanya niat tuk membaur dengan kawan tapi membuat adiksi. Lanjutkan membaca Hari-hari berganti