Things Happened in 2018

After 4 years struggling, finally I could add something after my name: Shafira Linda Rahmani, S.Hum.

I don’t understand things happened so fast. I mean, it feels like a few weeks ago I got accepted in my university. And now, I’m officially become…… a full time unemployed. LOL.

Anyway, so many things happened this year. And I’ve grown a lot too (not physically of course). Actually, earlier in January I made several goals for this year. They are:

  1. Get an Internship in one of the ministries in Indonesia
  2. Pass Thesis Defense with an A
  3. Graduated with Cum Laude
  4. Involve in a Conference
  5. Find the true passion of my life

Strangely it happened one by one, especially the last one just came true a few weeks ago. Lanjutkan membaca Things Happened in 2018

Iklan

Graduating

Hellooooooo

Long time no see. It’s been age not to write anything. Many things happened and I totally forgot this blog exists. Sorry 😛

Before I post anything serious I just want to share my graduation moments. It’s been a blast.

So, after this, what’s the next step?

Well, wait for my next post very soon!

What Makes Us Successful?

Lately, I’ve been told by my Aunt that our physical manner, such as the way we walk, our gesture, and our posture, determine our success in the future. Is that really so?

Of course, I’m not a successful person yet. Everyone has his/her definition about success it self, and I’m sure you guys have one too. Being successful can be being independent, and could do something you like and earn from it. However, being succesful for me means to be helpful for many people around me. I want to be helpful for others and I want my work could bring advantages for other people. That’s what I call a success. Therefore, communication is important in order me to gain my goal.

Moreover, lately I’ve met many different people, especially during my internship. For me, other people are our battleground that must we handle, whether they are kind or not. As I person who’s not good into interpersonal communication, I find it not easy to have good connection with others, but I think I’ve made it. Many people, though I’ve only met them for a day, started to recognize my name and of course myself. I think my superiors in my office recognized me well, too. Although I’m not “a famous friend”, but still I think I could manage to interact with others comfortably.

For me the way we treat others is very important in our society. We should treat other people just like how we want to be treated by others. That is the most important lesson that I’ve learned for past 6 months in 2018. You know, I wasn’t a sensible person, and I used to think of me, me, and myself. Now, I start to think differently. Because of what? When we treat other people nicely and they find it comfortable to interact with us, they’ll respect us as human. Although we may not carry the same opinion about something, the way we deliver it to other people define ourselves. When people start to recognize us, people acknowledge us. When people acknowledge us, they gave their respect, and maybe they may give some recommendations related to work or our interests.

That’s how it works.

I was told by my Aunt that I should fix the way I walk, my sitting posture, or even my standing posture, the way I eat, etc. However, as far as I concern, my acquaintances and friends don’t really bother by it. I mean, I could place myself so well whether I’m  with my frends, my superior, lecturers, or the elderly. For example, I could act like a moron in front of my friends, but trying to be as polite as possible in front of the elders. Of course, in front of my family too, I act differently.

So far, I’ve always been a person who always to improve myself in ever second I live in. But, to fix something that is already embodied in me, I cannot do that. I don’t want to be somebody else that I don’t know. I want to live as myself. Yeah, some people fake themselves tho, and I don’t wanna be one of them. We have each other’s mask in certain occassion, but that doesn’t mean to wear a mask which is the opposite of yourself.

In this millennial era, many people are judging. People spread hate easily. They usually hide between those keyboards/keypads and cursing with no mercy. This culture is not healthy for our mental state. So, we have to be tactful to filter other people’s judgments, or we ended up hating ourselves for the mistakes that we didn’t commit.

Human cannot be perfect. We can’t be. Back to the question above, do our physical manner influence our future success?

Not always.

I think what’s more crucial is to be the best of you in front of others without being someone you don’t know.

Some people may adore us, and some may hate us. It’s their choices, not our mistakes. In my view, by being the best of ourselves, the best people will also follow behind us.

P.S: Yeash, I’m talking gibberish. Sorry for that

Pengalaman Magang di Kemensetneg RI 2018!

Halo, readers! Sekarang udah bulan Mei dan akhirnya periode magangku berakhir!

Kali ini aku mau memenuhi janji di postingan sebelum-sebelumnya untuk nulis tentang magang di Kemensetneg. So, happy reading!

Pertama-tama aku ingin kenalin dulu departemen dimana aku magang, yaitu Asisten Deputi Hubungan Masyarakat. Basically, departemen ini adalah humasnya Setneg, jadi fungsi utamanya adalah melayani masyarakat dan juga Menteri Sekretariat Negara terkait dengan informasi publik.

Nah, di Asisten Deputi Hubungan Masyarakat ini ada 4 divisi, yaitu:

  1. Monitoring dan Analisa Berita
  2. Diseminasi Informasi
  3. Peliputan dan Dokumentasi
  4. Pelayanan Informasi Publik

Aku sendiri daftar di divisi Diseminasi Informasi (Disfo). Divisi ini penanggung jawab penyebaran informasi dari Asdep Humas. Jadi misalnya, kalau ada informasi yang harus dipublikasiin tentang Kemensetneg ke masyarakat umum, divisi ini yang urus. Mungkin temen-temen penasaran juga: kenapa anak Sastra Inggris bisa masuk ke sini? Karena penerjemah berita dibutuhin, guys.  Main job aku di sini ya nerjemahin berita ke bahasa Inggris untuk diupload ke website Setneg versi Bahasa Inggris.

Gimana cara daftarnya? Waktu itu aku dapet jarkoman. Nah kira-kira kaya gini guys:

FYI, magang Humas Kemensetneg biasanya diadain 3 kali setahun. Jadi gak usah khawatir bagi temen-temen yang mau daftar. Periode magangnya juga cuma 3 bulan jadi gak mengganggu kuliah temen-temen.

Jam kerja di sini dari jam 7.30 – 16.00. Karena kosan ku di Depok jadi harus commuting pagi-pagi pakai kereta. Dari Stasiun UI biasanya aku turun di Stasiun Juanda. Dari Juanda bisa naik ojek atau jalan kaki. Biasanya sih aku jalan kaki paling cuma 10-15 menit.

(Gambar: Meja Kerja ku selama 3 Bulan)

Temen-temen juga mungkin persepsi awalnya kerja di kementerian itu kaku dan jauh generation-gapnya. Tapi kalau di Humas, orang-orang di sini masih banyak yang muda-muda. Asik-asik juga orangnya. Dulu aku pernah magang di salah satu kantor di kampus juga tapi atmosfer di sini seru banget. Jadi, gak usah khawatir suasana kerjanya bakal kaku banget. Terus di sini juga kita di-encourage untuk ngembangin kemampuan kita. Contohnya, aku yang orangnya asal-asalan dan gak artsy, bisa belajar sama temen-temen yang lain kaya fotografi atau desain-desain yang simpel. Malah, walaupun jobdsec aku sebenernya cuma nerjemahin pada praktiknya random banget, kaya disuruh jadi manajer produksi video pendek, ngurusin event, notulensi, jadi fotografer dadakan, dll. Serunya sih aku juga sesekali diajak ikut rapat. Jadi bisa tau kaya gimana sih kondisi pemerintahan sekarang atau bahkan mungkin rahasia negara.

Nah, di sini aku mau share juga tentang pengalaman-pengalaman istimewa yang cuma bisa aku dapetin di magang Humas Kemensetneg. Check this out!

a. Masuk Halaman Belakang Istana Negara

Kita bisa lewat sini tapi harus pakai nametag. Fotonya juga harus celingak-celinguk liat Paspampres ada yang jaga atau enggak, hehehe. Karena ini bukan daerah publik jadi penjagaannya lumayan ketat.

b. Menginap di Istana Kepresidenan Cipanas

Nah, ini paling super sih. Karena ada event kita diminta untuk bantuin acara kunjungan. Walaupun nginepnya cuma satu malem, ini berkesan banget! Kita nginep di salah satu paviliun gitu dan makanannya juga enak-enak. Kita juga diajak keliling-keliling kawasan Istana. Yang paling berkesan di sini itu nyobain sayur lodeh yang katanya masakan favorit Ibu Mega.

c. Ketemu Pak Mensesneg
Magang di Kemensetneg katanya belum afdol kalau belum foto sama Pak Mensesneg.

d. Olahraga di Monas
Setiap hari Selasa dan Jumat kita dikasih waktu olahraga sampai jam 9 gitu guys. Boleh ikut senam kebugaran, boleh juga sekedar lari ke monas sebentar. Walaupun di sini udaranya kurang bagus karena masih banyak polusi tapi jalan-jalan di sekitar taman kotanya lumayan adem. Dari kantor ke Monas itu bisa jalan kok. 5 menit langsung sampe!

 

e. Tur ke GBK dan Wisma Atlet Kemayoran

Nah ini pengalaman yang kayanya gak bakal didapetin lagi, menurutku. Dalam menyambut ASIAN Games 2018, pegawai Humas Kemensetneg diajak berkunjung ke Stasion GBK yang udah direnovasi. Kita juga makan siang di Royal Lounge Roomnya juga. Selain itu kita juga diajak tur singkat ke ruangan-ruangan yang udah di renovasi. Tapi yang paling berkesan adalah nginjekin kaki di lapangannya. I mean, hanya pemain sepak bola dan orang-orang tertentu aja kan yang bisa main di situ. Seru bisa lari-larian di sana juga.

Katanya sih GBK nanti mau dijadiin destinasi wisata gitu. Jadi kalo mau tur harus bayar, lho. Kita lihat saja nanti.

Masih dalam menyambut ASIAN Games 2018, kita juga diajak ke Wisma Atlet Kemayoran. Kita dibolehin liat-liat tempat tinggal para atlet nanti lho. Merasa beruntung banget bisa ke sini bahkan sebelum para atletnya dateng. Ada rumor juga nanti sehabis ASIAN Games, unit-unit yang ada di sini mau di jual ke masyarakat umum. Fasilitasnya udah standar Internasional juga di sini, jadi mungkin bakal mahal kali ya?

 

Singkatnya, magang di Kemensetneg itu worth it banget. Aku sendiri jadi banyak belajar tentang banyak hal. Softskill dan hardskill kita bener-bener diasah. Dan yang pasti magang di Setneg bukan sekedar magang “fotocopy” berkas-berkas, ya. Selain bisa belajar banyak hal, aku sendiri juga bisa dipertemukan dengan orang-orang yang menginspirasi. Pokoknya gak bakal nyesel!

Nah, sekian ya, ulasan singkat tentang magang di Kemensetnegnya. Please leave a comment if you want to ask anything. Thank you for reading!

Gak Punya Mimpi atau Cita-cita yang Pasti?

Halo! Kembali lagi bersama Fira.

Hari ini edisinya pakai bahasa Indonesia santai supaya bisa dipahami oleh semua kalangan termasuk adik-adik SMP atau SMA yang masih bingung memilih jurusan kedepannya. Mungkin tulisan ini akan membahas capaian-capaian apa yang aku dapetin selama ini, jadi mohon maaf apabila kesannya bragging atau menyombongkan diri, tapi sumpah bukan itu niatannya. Ini hanya sekedar berbagi saja.

Nah, di sini ada gak sih yang masih takut dengan masa depan? Bingung gatau mau kemana arah hidupnya? Mau ngambil jurusan apa?

Aku juga pernah mengalami hal seperti itu, malah mungkin masih. Cuma kadarnya gak terlalu intens kaya waktu SMA dulu.

Memang rasanya itu kaya.. hm.. i will describe it like floating. Ya, ngambang. Gatau gimana kedepannya. Kepala itu isinya sama keragu-raguan sama ketakutan yang sebenernya gak penting dan berlebihan. But, that’s okay. We have been there to take a little step higher. Jadi, gak usah khawatir bagi teman-teman yang masih bingung. Perasaan ini merupakan proses, jadi nikmati aja ya.

Sebenarnya, aku merasa beruntung karena dari kecil anaknya BM (Banyak Mau). Ingin jadi dokter lah, jadi insinyur lah, petani, sampai jadi pujangga. Dan pada akhirnya nyemplung ke jurusan Sastra Inggris. Mungkin semesta mengizinkanku menjadi pujangga?

Nah, bagaimana kalau teman-teman yang sama sekali gak kepikiran maunya apa, atau cita-citanya jadi apa? Pasti segalanya jadi serba tidak pasti, kan? Sebenernya, teman-teman gak usah terlalu overthinking kok.  Aku di sini gak akan maksa teman-teman untuk menemukan mimpi sesegera mungkin karena passion itu pasti akan tumbuh sendiri seiring dengan pengalaman-pengalaman yang teman-teman dapetin. Karena solusinya bener-bener sederhana. Mungkin ini akan terlihat klise, tapi menurutku make sense juga sih. Kuncinya yaitu: Lanjutkan membaca Gak Punya Mimpi atau Cita-cita yang Pasti?

Why K-Pop, lately?

Hello, readers!

It’s been a while. Lately, I’m busy with internship and writing my thesis. I want to post some more, but I just find the occasion seems right now. Now, I want to share my story about loving into K-Pop lately.

Actually, I’ve watched K-Drama since I was in the 6th grade before K-Pop became widely global. When I was in my Junior High School, I also love Shinee and Super Junior, but it’s just for the sake following the trend, so it’s just actually a form of fear of missig out (FOMO) rather than actually fell into K-Pop.

When I was in high school, I did not particularly like any boyband or girlband. I just listen to them because the music is good. Back then I just love CNBLUE, a Korean band which consists of 4 handsome boys (but with really good music taste!). However, they haven’t produced any song again, so yeah, I don’t follow them anymore.

Now I’m a college student, and I find it being a fangirl is so waste of time because I’ve got so many activities to take care of. My love for K-Pop began in 2017 when a boyband named EXO released a song titled “Ko Ko Bop.” Honestly, I like them because of one of the members named Kyung Soo (his stage name is D.O). Why? Simply because he’s cute and the shortest of the group (somehow, I can relate to him for always being the shortest among others, so yeah). 2017 is actually a very hard year for me due to many difficult times I faced in this year, so I think I need to find an escape from reality, so I decided to become a fangirl. Some people think that being a fangirl is rubbish and considered as “having-no-life people”, but in my case, being a fangirl gives me so much motivation and energy. If your days aren’t good enough, just by watching your fav idols then suddenly your mood can be fixed. So simple life.  Lanjutkan membaca Why K-Pop, lately?

Terkadang, rindu itu masih ada di sela-sela malam sebelum lelap

Dan, aku tidak mengerti mengapa kamu mengirim pesan-pesan lewat berandamu

Kenapa sampai sekarang masih aku?

Aku tahu banyak perahu-perahu yang kau temui di sebrang sana, tapi mengapa?

Lanjutkan membaca

Poetry Gram Issue #1

Halo, lama tak jumpa ya!

Semester ini insyaAllah akan jadi semester terakhir buatku. Akhir-akhir ini aku sibuk dengan skripsi dan juga magang di salah aatu kementrian yang ada di Jakarta. Mungkin nanti aku juga akan share ceritanya kalau sudah selesai ya!

Sekarang, aku lagi senang nulis puisi. Tapi memang jarang aku terbitin di sini, karena memang audah ada agenda sendiri. Jadi, mungkin selama tahun 2018 ini fokusku akan beralih ke Instagram story. Kenapa? Karena aku ingin puisi-puisiku juga dibaca oleh orang-orang yang tidak berkutat dalam blogging.

Sekedar refreshing saja.

Nah, tahun ini rencananya aku ingin buat Poetry Zine digital. Apa sih zine itu?

Sederhananya, Zine itu mirip-mirip dengan majalah tapi kontennya tidak terstruktur rapi seperti majalah yang pasti ada editorial, opini, dsb. Hm, mungkin istilah lokalnya seperti kliping, kali ya?

Karena ini adalah Poetry Zine, tentunya yang kutulis pun kumpulan-kumpulan puisi. Dan karena di postnya di Instagram jadi dinamakan POETRY GRAM.

Nah, Poetry Zine Issue #1 ku baru kuterbitkan Februari akhir lalu. Isinya sih random. Temanya juga gak ditentukan karena ini hanya benar-benar antologi asal-asalan, hehe. Tapi tentunya nulisnya tidak asal lho ya!

Rencananya aku akan terbitin ini satu bulan sekali. Banyak yang bilang ini terlalu singkat, tapi kembali lagi, karena kegiatanku yang padat aku juga harus lebih tahu diri, kan? Doakan saja semoga project ini bisa konsisten terus sampai bulan Desember nanti.

Aku belum tahu, apakah ke depannya akan menggeluti bidang fiksi juga. Yang jelas, akhir-akhir ini aku sangat cinta puisi! (dan Bangtan)

Bagi teman-tema yang penasaran bagaimana Poetry Gram-ku, bisa cek highlight di instagram @lindashafira ya!

*follow juga boleh, lho*

Sekarang, aku dalam proses penerbitan issue ke #2. Ini Sneakpeeknya sebelum cek akun IG ku!

P.S: Feel free untuk kasih saran ya! Terima kasih banyak!