Arsip Bulanan: Juli 2013

Judge from The cover #Dialog

“I think.. judge from the cover is no problem with me.”
“You sure?  Why?”
“Cause.. everythings we see is what will we believe, right?”
“But sometimes, what is you see not what you see it is.”
*sigh*”It’s sounds like too wise for me.”
“Oh, dear, you seems cant hear other opinions except only yours. An egoistics.”
“You don’t know me, then. Don’t judge me as you want if you have known me since an hour.”
“Pardon? I think..judge from the cover is no problem with you.”

Notes:
We dont know who people are, so, dont judge it by seeing it by the “cover” of them. See it when we already know who really they are. And comprehend each others is better.

MIMPI versus REALITAS

Kini aku dihadapkan oleh mimpi. Mimpi yang sudah bertahun lama-lamanya terpatri dalam jiwa. Dan  sekarang, mimpi itu telah di depan mata, menunggu, apakah akan kuraih atau tidak. Tapi tak semudah itu. Tak sesederhana yang aku kira waktu itu. Ketika di masa itu aku hanyalah anak ingusan yang berteriak dengan lantang “AKU INGIN JADI DOKTER!”

Rasanya indah sekali membayangkan diri sendiri pada masa itu. Alangkah polosnya. dan sama sekali tidak takut pada resiko ataupun kegagalan. Tapi saat ini pada usiaku yang menginjak tujuh belas ini, segala kemungkinan memenuhi benak sehingga munculah suatu kata yang mematikan. RAGU. Untuk yang kesekian juta kalinya di dunia ini. Mimpi terkalahkan oleh realitas yang mutlak.
Lanjutkan membaca MIMPI versus REALITAS

Diksi Hati

Berdesir secercah angin melayang santai
Mengukuhkan siasat pikir yang terukir
Merasuki awan awan diatas bayang
Tenggelam di hari tanpa siluet cahaya, tersendat
Diksi-diksi hati menancap di gelora
Aksi merayap tertunggu di peradaban

–ketika bosan menunggu hujan yang tak kunjung datang, 15.28

“The winds that sometimes take
something we love, are the same that
bring us something we learn to love.
Therefore we should not cry about
something that was taken from us, but,
yes, love what we have been given.
Because what is really ours is never
gone forever.”

― Bob Marley

Menerka Bintang

Dalam riuhnya alam berselimut malam
Gejolak diri tak henti-hentinya bergelombang mengikuti asa yang tak pernah mati
Kulihat diri, menatap cela
Astaga..firasat apa ini?

Kuterka terka salah satu bintang yang ada di langit sana
Tepat di bawah rasi bintang biduk, ia bersemayam
Ku pandang, dan seketika ada bulir-bulir menari nari
Anugrah Tuhan memang tiada bertepi

Dan ketika matahari mulai menyombongkan sinarnya
Bintang itu tidak pernah hilang
Karena saat itu, aku tahu..dan aku mengerti
Bintang itu telah kuraih, tuk kubawa pulang