Arsip Bulanan: Agustus 2013

Malam Ini – Perjalanan Menuju September

Malam ini.. apa yang telah terjadi di tata rapi dalam kotak memori
Lalu, ku sempat merenung. Kapankah ku buka kelak?

Malam ini.. apa yang telah terikat di lepas perlahan dari simpul kematian
Lalu, rasa itu menyeruak. Menggantikan senyum yang terpajang
Lanjutkan membaca Malam Ini – Perjalanan Menuju September

Iklan

SEPATU by TULUS

Kemarin ngedengerin lagu ini di radio, ternyata windy  temen penulis ngerecommend lagu ini karena liriknya bagus. So enjoy~

kita adalah sepasang
sepatu
selalu bersama tak bisa
bersatu
kita mati bagai tak
berjiwa
bergerak karena kaki
manusia

aku sang sepatu kanan
kamu sang sepatu kiri
ku senang bila diajak
berlari kencang
tapi aku takut kamu
kelelahan

ku tak masalah bila
terkena hujan
tapi aku takut kamu
kedinginan

kita sadar ingin bersama
tapi tak bisa apa-apa
terasa lengkap bila kita
berdua
terasa sedih bila kita di
rak berbeda

di dekatmu kotak bagai
nirwana
tapi saling sentuh pun
kita tak berdaya
cinta memang banyak
bentuknya, mungkin tak
semua bisa bersatu

INTERPRETASI : Apa yang Tidak Membunuhmu Membuatmu Lebih Kuat

WHAT DOESN’T KILL YOU MAKE YOU STRONGER

Kata Kelly Clarkson sih gitu. Mungkin kalau kita artikan makna lagunya itu tentang seorang perempuan yang lagi move on karena habis diputusin pacarnya. Ini salah satu bagian dari liriknya :

What doesn’t kill you make you stronger
Stand a little taller
Doesn’t mean I’m lonely when I’m alone

Nah, kalo buat penulis quote “WHAT DOESN’T KILL YOU MAKE YOU STRONGER” gak hanya untuk itu. Tapi quote itu punya makna supaya kita gak mudah menyerah. Apapun rintangannya hal yang membuat kita tetap hidup dan berdiri tegak seperti saat ini bukan sesuatu yang melemahkan kita. Justru itulah bagian dari proses kehidupan yang membuat kita belajar dan semakin kuat.

Kadang, kita menganggap masalah yang kita hadapi itu berat, sulit, seolah hanya kita yang punya masalah seperti itu. Padahal di sekeliling kita, banyak macam-macam variasi masalah yang dihadapi oranglain. Permasalahannya, kita cuma lupa bersyukur. Seharusnya, ketika suatu masalah datang (yang kita sebut “masalah berat” itu) kita harus percaya pda diri sendiri bahwa sebenernya kita bisa kok menyelesaikannya, melewatinya, menempuhnya. Karena Allah tidak akan memberikan suatu cobaan kecuali sesuai kemampuan hamba-Nya.

So, ngapain bersedih terus? Masih banyak hal positif yang bisa kita lakukan. Masih banyak teman untuk tertawa bersama. Dan ingat, kita tak pernah sendiri. Allah selalu ada mengawasi kita, memantau kita, dan di kanan kiri kita selalu ada kedua malaikat yang mencatat amalan kita.

Selagi kita masih hidup, kita masih punya kekuatan, bukan?

MENEMUKANMU #2

Kali ini.. dengan ide Giya yang cukup gila itu Gadha terpaksa melakukannya. Ya, ia sekarang berada di Kampus dimana Giya kuliah. Dan.. Giya berjanji akan menunjukan orang yang bernama Fania Fitria Maria. Orang selalu dicari Gadha sejak kelas 3 SMP.

Fania waktu itu menjabat sebagai ketua murid dikelas. Ghada yang saat itu pendiam dan tidak peduli pada kegiatan-kegiatan kelas yang menurutnya tidak penting selalu saja menyendiri. Sampai saat..
“Binarta,”
Lanjutkan membaca MENEMUKANMU #2

Gadis yang Ditemani Sang Venus

Gadis itu kini menyepi. Duduk di sudut ranjangnya, memeluk lututnya erat-erat. Tak pedulikan rasa sesak di dadanya yang kian menjadi-jadi. Ia hanya menangis. Karena ia memang perlu menangis, begitu katanya.

Kini rasa sesak di dadanya tertutupi oleh rasa sakit di ulu hatinya. Astaga.. apakah ia tidak cukup kuat untuk menghadapi semuanya ataukah justru ia terlalu kuat dan akhirnya melampaui batas?
Lanjutkan membaca Gadis yang Ditemani Sang Venus

Tanpa Bulan

hembusan angin lembut

Saat ini aku berdiri menggenggam bulan

Menuliskan sebuah pertanyaan yang tiba-tiba berdengung berbisik ngilu

‘Apa kau juga saat ini sedang menggenggam bulan?’

Bulan yang sedari tadi kugenggam erat-erat hampir saja lepas

Kurapatkan lagi genggamanku, berharap bulan tak lari

Kucuri bulan malam ini untuk temaniku

Agar kau kesepian, dan kembali padaku

Kemudian kita sama-sama menggenggam bulan

Apa jarak diantara kita mencapai jutaan mil?

Atau mungkin lebih dari itu, hingga tidak pernah sekalipun kau muncul disini

Datang dengan senyum kemudian menghampiriku lembut

Untuk sekedar saling menukar pandang, menebar cahaya melebihi bulan

Agar aku tidak perlu lagi mencuri bulan untuk membawamu kesini

Sejujurnya aku kesepian, berharap kau pun kesepian

Tapi apa gunanya sepi di barter dengan rasa sepi

Ahhhh… jarak dua hati kita terlalu jauh, melebihi jauhnya bulan dariku

Semarang, tanpa bulan

 

Lihat pos aslinya

“Do you believe a man can
truly love a woman and
constantly betray her?
Never mind physically but
betray her in his mind,in
the very “poetry of his soul”.Well,it’s
not easy but men do it all the time.”
― Mario Puzo, Fools Die

Metafora Dialog

“Lo kenapa mantengin hp mulu?”

*senyumsamar*  *menggeleng*

“Mantengin inbox?”

“Hehehe..”

“Kalo emang serius sama komitmen lo, lo gak akan ngarepin apapun lagi. Lo jangan labil gitu lah”

“Iya ya. Gue masih naif. Tapi ya..”
“Tapi?”

“Huh, sekarang gue gak tau harus cerita sama siapa lagi. Gatau harus bercanda sama siapa lagi. Gatau harus percaya sama siapa lagi. Gue gatau.”

“Kan, ada gue?”