Arsip Kategori: tips

Seperti Katak yang keluar dari Tempurung

Di akhir-akhir semester 3 ini gue merasakan sesuatu yang berubah dalam diri gue. Terutama pemikiran gue akan satu hal.

Semester ini gue belajar banyak hal-hal baru kaya filsafat, metode penelitian budaya, kebudayaan dan sastra Inggris, trus Morfologi ( salah satu cabang linguistik yang ngebahas tentang struktur kata). Menurut gue “mereka” semua itu berhubungan satu sama lain. Filsafat jadi Ibunya sementara yang lain jadi anak-anak filsafat yang bisa mendukung filsafat atau bahkan mengkhianati filsafat. Kenapa gue bisa bilang gitu? Lanjutkan membaca Seperti Katak yang keluar dari Tempurung

Iklan

My Favorite Places in Universitas Indonesia (Academic Writing Journal)

(Halo, readers! Buat kalian para maba Sastra Inggris khususnya Sasing UI, ini ada contoh writing journal yang bakal kalian hadepin sampai semester 6 nanti. Semoga membantu!)

I was very happy when I knew that I accepted in Universitas Indonesia. I have never come to this university, and I was surprised because UI has a wide area. UI also has several famous building, such as Center Library, Rector Office, and Teksas Bridge. Therefore, I have favorite places in here.

The first of my favorite places is the Center Library. I often come here, at least once a week. I like this place very much because I can borrow seven books free and sit in the cozy silent room. The library has many books and the librarian said that are millions books collected. It such a lot of books! Lanjutkan membaca My Favorite Places in Universitas Indonesia (Academic Writing Journal)

Berobat di RS Al-Islam Pakai BPJS

BPJS tentunya sudah dipakai oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Walaupun berbagai macam kontroversi berkenaan BPJS, tiap harinya pendaftar BPJS masih banyak saja. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan menengah, BPJS sudah menjadi jaminan kesehatan yang di andalkan.

BPJS katanya haram?

Yakin?

Menurut hemat saya, BPJS lebih memberikan dampak positif daripada dampak negatifnya. Hal ini di alami oleh keluarga saya sendiri. Keluarga saya terhitung keluarga yang pas-pasan. Pas butuh, rejekinya ada. Alhamdulillah. Keluarga saya mengambil BPJS Kelas 3. Jangan diremehkan juga lho, walaupun kelas 3, fasilitas yang disediakan oleh pihak BPJS memuaskan juga.

8 bulan lalu Ibu saya mengalami Apendisitis alias Penyakit Usus Buntu. Setelah berobat ke Puskesmas dan ke klinik sana sini, semua dokter menyarankan Ibu untuk segera operasi. Awalnya kami bingung karena biaya operasi usus buntu cukup besar yaitu sekitar 10 juta kalau di totalkan dengan obat dan rawat inap. Ada pula yang menyarankan ke RS lain, tetapi biaya operasinya tidak ditanggung semua oleh BPJS. Akhirnya, tetangga kami memberitahu kalau di RS. Al-Islam menggratiskan operasi usus buntu bagi peserta BPJS. Segeralah saya dan Ibu saya meminta surat rujukan ke Faskes 1.

Lanjutkan membaca Berobat di RS Al-Islam Pakai BPJS